DPP Kulon Progo Catat Ada Ratusan Petani Muda, Kebanyakan Tertarik di Hortikultura

Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana, DPP Kulon Progo, Agus Purwaka mengatakan setidaknya ada sebanyak 511 petani muda yang tercatat

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
REGENERASI PETANI: Pelajar SMK Negeri 1 Nanggulan menunjukkan buah melon hasil praktik budidaya berbasis pertanian modern, Selasa (10/02/2026) lalu. Praktik itu jadi salah satu upaya mewujudkan regenerasi petani. 
Ringkasan Berita:
  • DPP Kulon Progo mencatat setidaknya ada sebanyak 511 petani muda di Kulon Progo.
  • Ratusan petani muda ini sudah memiliki wadah asosiasi petani milenial
  • Meski muncul untuk meneruskan profesi orang tuanya, petani muda cenderung tertarik budidaya hortikultura ketimbang padi.
  • Pemkab Kulon Progo mendukung petani muda jadi petani modern. Namun salah satu kendalanya adalah modal

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat adanya regenerasi petani dari kelompok anak muda. Meski begitu, mereka memiliki ketertarikan sendiri terhadap jenis tanaman pangan yang dibudidayakan.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana, DPP Kulon Progo, Agus Purwaka mengatakan setidaknya ada sebanyak 511 petani muda yang tercatat oleh pihaknya.

Petani milenial

"Ratusan petani muda ini sudah memiliki wadah asosiasi petani milenial," jelas Agus pada wartawan, Kamis (12/02/2026).

Menurutnya, para petani muda ini muncul karena orang tua mereka juga berprofesi sebagai petani. Adapun mereka tertarik untuk meneruskan profesi orang tuanya.

Namun jenis tanaman pangan yang paling menarik bagi petani muda ini bukanlah padi. Melainkan tanaman hortikultura seperti cabai, melon, semangka, dan bawang merah.

"Kebanyakan tanaman hortikultura ada di wilayah selatan Kulon Progo," ujar Agus.

Kurang tertarik tanam padi

Sedangkan petani muda yang tertarik untuk menanam padi cenderung minim. Sebab mereka melihat kecilnya peluang keuntungan dari padi dibandingkan budidaya hortikultura.

Kendati demikian, Agus mengatakan pekerjaan sektor formal atau informal tetap jadi daya tarik utama anak muda di Kulon Progo. Bahkan ada yang bekerja sampai ke luar daerah.

"Namun kami meyakini jumlah petani muda di Kulon Progo akan terus bertambah," kata Agus.

Arahkan jadi petani modern

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan pihaknya berupaya mendorong regenerasi petani. Seperti lewat pendampingan yang akan digencarkan ke pelajar yang tertarik dengan dunia pertanian.

"Kami arahkan pelajar agar mereka mampu menjadi petani yang modern," kata Budi ditemui di SMK Negeri 1 Nanggulan, baru-baru ini.

Butuh modal

Ia mengakui salah satu kendala dalam upaya tersebut adalah dukungan modal. Sedangkan anggaran pemerintah daerah juga terbatas untuk mendukung pendampingan berbasis pertanian modern.

Namun Budi menilai kendala itu bisa disiasati dengan menggandeng pihak swasta hingga lembaga pendidikan. Seperti mengandalkan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) untuk pendampingan pertanian modern ke anak muda.

"Anak-anak tersebut perlu dimotivasi dengan kuat agar tertarik terjun menjadi petani, salah satunya dengan cara yang modern," ujarnya.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved