Dokter RSA UGM Jelaskan Gejala Awal Virus Nipah hingga Potensi Pemburukan
Tingkat kematian akibat virus nipah ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan penanganan klinis.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Dosen Mikrobiologi FK-KMK sekaligus Dokter spesialis mikrobiologi RSA UGM, dr M Edwin Widyanto Daniwijaya, Ph D Sp MK, membeberkan seputar gejala virus nipah
- Tingkat kematian akibat virus nipah ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan penanganan klinis.
- Meski belum ditemukan di Indonesia, faktor risiko virus nipah tetap perlu diperhatikan karena Indonesia berada di wilayah ekologi yang serupa dengan negara endemis.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyebaran virus nipah menjadi perhatian banyak negara, termasuk di Indonesia.
Penyakit zoonosis dengan tingkat fatalitas tinggi ini memunculkan kekhawatiran karena infeksi virus ini dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.
Meski belum ditemukan kasus pada individu di Indonesia, kesamaan faktor ekologis dengan negara terdampak membuat kewaspadaan tetap diperlukan.
Kondisi ini mendorong pentingnya penjelasan berbasis medis agar masyarakat memahami risiko secara proporsional.
Dosen Mikrobiologi FK-KMK sekaligus Dokter spesialis mikrobiologi RSA UGM, dr M Edwin Widyanto Daniwijaya, Ph D Sp MK, mengatakan tingkat kematian akibat virus nipah ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan penanganan klinis.
Pada sejumlah wabah, angka kematian tercatat jauh lebih besar dibandingkan jumlah kasus yang terkonfirmasi.
“Case fatality rate virus Nipah diperkirakan berkisar antara 40 hingga 75 persen, bergantung pada sistem kesehatan dan penanganan klinis,” ungkap Edwin, Selasa (10/2/2026).
Potensi Perburukan
Selain tingkat fatalitas yang tinggi, virus Nipah memiliki kemampuan menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan perburukan klinis yang cepat.
Infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan serius pada jaringan otak dengan gejala neurologis yang serius.
Kondisi ini sering disertai penurunan kesadaran dan kejang dalam waktu singkat.
Kerusakan neurologis yang terjadi berpotensi berujung pada kematian.
“Virus ini bisa menyerang otak dan memicu penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian dalam waktu relatif singkat,” ujar Edwin.
Baca juga: Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Infeksi Virus Nipah, Ini Imbauan untuk Warga
Gejala Awal hingga Lanjutan
Lebih lanjut, gejala awal infeksi virus Nipah kerap tidak khas sehingga sulit dikenali sejak awal.
Edwin menjelaskan, pada fase awal keluhan yang muncul menyerupai infeksi virus pada umumnya.
| Tips Mudik Aman dengan Anak |
|
|---|
| Dinkes DIY Perketat Pengawasan Psikotropika, Tegaskan 'Kartu Kuning' Bukan Pengganti Resep |
|
|---|
| Kisah di Balik Terapi Sel Punca RSUP Dr Sardjito, Pengabdian Dokter yang Berawal dari Laboratorium |
|
|---|
| UMY Tambah Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi |
|
|---|
| Bandara YIA Hingga Dinkes Kulon Progo Antisipasi Masuknya Virus Nipah dari Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-nipah.jpg)