Dokter RSA UGM Jelaskan Gejala Awal Virus Nipah hingga Potensi Pemburukan
Tingkat kematian akibat virus nipah ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan penanganan klinis.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Kondisi ini membuat banyak kasus berpotensi terlambat terdiagnosis secara klinis.
Dia menuturkan apabila ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah ke virus Nipah, rumah sakit rujukan akan mengikuti protokol penanganan penyakit infeksi emerging.
Langkah awal meliputi identifikasi kasus berdasarkan riwayat paparan dan perjalanan pasien.
Isolasi segera dilakukan dengan penerapan kewaspadaan standar dan transmisi.
Tenaga kesehatan juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri secara lengkap.
“Penanganan awal mencakup isolasi, pelaporan cepat, pemeriksaan laboratorium molekuler, serta terapi suportif intensif,” katanya.
Keterlambatan pengenalan penyakit berpengaruh terhadap risiko perburukan.
“Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri tenggorokan,” kata dia.
Seiring perjalanan penyakit, gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dalam hitungan hari.
Pasien bisa mengalami disorientasi, penurunan kesadaran, hingga kejang sebagai tanda keterlibatan sistem saraf.
Bahkan pada sebagian kasus, gangguan pernapasan turut menyertai kondisi tersebut.
Edwin menekankan perburukan yang cepat menjadi tantangan dalam penanganan klinis.
“Perjalanan penyakitnya bisa cepat memburuk, sehingga kewaspadaan sejak fase awal sangat penting,” tutur Edwin.
Waspada Potensi Risiko
Terkait potensi kemunculan virus Nipah di Indonesia, Edwin mengungkapkan hingga kini belum ditemukan laporan kasus pada manusia.
Meski demikian, faktor risiko tetap perlu diperhatikan karena Indonesia berada di wilayah ekologi yang serupa dengan negara endemis.
| Awas! Pusar Bayi Baru Lahir Keluar Cairan, Bisa Jadi Ada Tanda Bahaya yang Wajib Orang tua Ketahui |
|
|---|
| Tekun dan Konsisten Jadi Kunci Isti Raih Predikat Lulusan Dokter Spesialis Termuda UGM |
|
|---|
| Wali Kota Magelang Sambut 24 Dokter Gigi Peserta Program Internship |
|
|---|
| Tips Mudik Aman dengan Anak |
|
|---|
| Dinkes DIY Perketat Pengawasan Psikotropika, Tegaskan 'Kartu Kuning' Bukan Pengganti Resep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-nipah.jpg)