Kisah di Balik Terapi Sel Punca RSUP Dr Sardjito, Pengabdian Dokter yang Berawal dari Laboratorium
Metode ini telah melalui uji ilmiah yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- RSUP Dr Sardjito resmi meluncurkan layanan terapi sel punca atau stem cell
- Inovasi ini bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan buah dari proses riset mendalam yang berpegang teguh pada tiga pilar pengabdian yakni penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito resmi meluncurkan layanan terapi sel punca atau stem cell, sebuah lompatan besar dalam dunia ortopedi di Indonesia yang menawarkan harapan baru bagi penderita kerusakan sendi.
Inovasi ini bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan buah dari proses riset mendalam yang berpegang teguh pada tiga pilar pengabdian yakni penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu motor penggerak di balik layanan ini, Dr. dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.P.L(K), seorang konsultan penyakit lutut dan panggul, menjelaskan bahwa pondasi layanan ini dibangun dari pilar penelitian yang kokoh.
Jauh sebelum bisa dinikmati publik, metode ini telah melalui uji ilmiah yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Riset yang menjadi basis ilmiah layanan ini termasuk disertasi doktoral Dr Robby yang meraih predikat cumlaude dari Universitas Gadjah Mada.
Hasil Penelitian
Penelitian tersebut menguji terapi regeneratif untuk cedera ligamen parsial ACL pada sendi lutut menggunakan hewan coba.
Selain itu, ada pula penelitian kolaboratif mengenai penggunaan sel punca dari sumber tali pusar bayi untuk menangani osteoartritis.
“Penelitian yang baik harus lahir dari penelitian yang kokoh, teruji, dan dapat dipertanggungjawabkan. Apa yang kami tawarkan kepada pasien hari ini adalah hasil dari proses riset bertahun-tahun untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya,” ungkap Dr. Robby Triangga.
Menurut Dr. Robby, ilmu yang dihasilkan dari laboratorium kemudian dialirkan melalui pilar kedua, yakni pendidikan.
Sebagai staf pengajar, ia secara aktif membagikan hasil riset dan pengetahuannya kepada para calon dokter dan spesialis ortopedi.
Tujuannya adalah memastikan inovasi teknologi regeneratif tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus berkembang dan menyebar luas di kalangan medis.
Baca juga: UGM Sebut Belum Ada Laporan Resmi ke LPSK soal Teror yang Menimpa Ketua BEM UGM
Puncak dari siklus ini adalah pilar ketiga, pengabdian kepada masyarakat, yang diwujudkan melalui peluncuran layanan terapi sel punca di RSUP Dr Sardjito. Ini menjadi momen di mana hasil riset yang kompleks dapat diaplikasikan secara langsung untuk menyembuhkan dan meringankan penderitaan pasien.
Bagi Dr Robby, siklus yang menghubungkan penelitian, pendidikan, dan pengabdian ini merupakan model ideal bagaimana dunia kedokteran akademik seharusnya berjalan.
Inovasi di RSUP Dr Sardjito membuktikan bahwa kemajuan teknologi medis yang paling berdampak adalah yang lahir dari akar riset yang kuat, disebarkan melalui pendidikan berkualitas, dan akhirnya dipersembahkan sebagai pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Sebagai seorang klinisi dan akademisi, Dr Robby dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan muskuloskeletal melalui media sosial.
Ia tidak hanya fokus pada tindakan operatif, tetapi juga menekankan pentingnya aspek preventif seperti manajemen berat badan dan penguatan otot untuk mencegah kerusakan sendi permanen. (*)
| Wali Kota Magelang Sambut 24 Dokter Gigi Peserta Program Internship |
|
|---|
| Tips Mudik Aman dengan Anak |
|
|---|
| Dinkes DIY Perketat Pengawasan Psikotropika, Tegaskan 'Kartu Kuning' Bukan Pengganti Resep |
|
|---|
| Dokter RSA UGM Jelaskan Gejala Awal Virus Nipah hingga Potensi Pemburukan |
|
|---|
| UMY Tambah Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Terapi-Sel-Punca-Sardjito.jpg)