Dampak Gempa Pacitan, Plafon SMPN 1 Jetis Bantul Runtuh dan Dinding Kelas Retak
Kepala SMPN 1 Jetis, Mohammad Wantoro, mengatakan sekitar 139 blok plafon di sekolah tersebut runtuh.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Sejumlah plafon ruang kelas di SMPN 1 Jetis Bantul runtuh akibat guncangan gempa Pacitan, Jumat (6/2/2026) dini hari
- Meski demikian, ruang kelas masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa
- Sekolah merencanakan perbaikan ringan dan darurat terkait sejumlah kerusakan yang terjadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Gempa bumi yang berpusat selatan Pacitan, Jawa Timur,Jumat (6/2/2026) dini hari turut dirasakan oleh warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Kejadian itupun membuat sejumlah plafon runtuh dan dinding retak di lantai dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jetis Bantul.
Kepala SMPN 1 Jetis, Mohammad Wantoro, mengatakan sekitar 139 blok plafon di sekolah tersebut runtuh.
Di mana, satu buah plafon berukuran 110 sentimeter kali 60 sentimeter. Total luasan plafon yang runtuh sekitar 91,74 meter persegi.
"Untuk yang terdampak ada enam ruang kelas, satu aula, satu ruang laboratorium komputer, satu ruang laboratorium bahasa, dan hall lantai dua," katanya, saat dijumpai di SMP Negeri 1 Jetis, Jumat (6/2/2026).
Kemudian, untuk tembok yang mengalami retakan berada di belakang kelas 7A, 7B, 8A, dan 8B.
Ia memperkirakan, total kerusakan itu senilai Rp150 juta sampai Rp200 juta.
Lebih lanjut, terhadap puing-puing runtuhan telah dibersihkan dan kerangka plafon diamankan.
Dikarenakan sudah aman dan tidak membahayakan anak-anak sekolah, sehingga ruangan sudah bisa dipergunakan untuk proses belajar mengajar sejak jam pertama.
"Sebelum masuk sekolah ruangan sudah kami bersihkan, sehingga jam pertama belajar sudah ready. Enam kelas tersebut sudah bisa kita gunakan untuk tempat pembelajaran," jelas dia.
Wantoro turut menyampaikan bahwa kondisi sekolah yang rusak itu telah disampaikan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul.
Namun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait juga sudah melakukan asesment di lokasi tersebut.
"Tadi (Disdikpora) menyampaikan pertanyaan, apakah anak-anak masih bisa belajar. Kami jawab untuk kelas posisinya sudah aman. Jadi, walaupun plafonnya runtuh, tapi sudah dibersihkan dan masih layak untuk tempat belajar," katanya.
Baca juga: Dampak Gempa Pacitan di Wilayah DIY: 40 Warga Dirawat di Faskes, Kerusakan Terbanyak di Bantul
Perbaikan Darurat
Disampaikannya, perbaikan ringan dan bersifat darurat akan dilakukan oleh pihak sekolah agar tidak membahayakan anak-anak sekolah.
| Aksi Solo Drum Syauqi Guncang Panggung Kirab Budaya Hari Jadi ke-48 SD Negeri Rejodadi Bantul |
|
|---|
| Pemkab Bantul Akan Geser TPR Parangtritis, Paling Lambat Juli 2026 |
|
|---|
| Pemkab Bantul Belajar Pengelolaan Museum ke Kota Malang |
|
|---|
| Menghirup Kembali Aroma Tahun 80-an di Rumah Nayantaka Batik |
|
|---|
| Siswa SLB Negeri 1 Bantul Ikuti Edutrain KAI Bandara, Belajar Mengenal Kereta hingga Cara Beli Tiket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Plafon-kelas-SMPN-1-Jetis-Bantul-bolong.jpg)