Mudik Lebaran 2026, Tol Prambanan-Purwomartani Dibuka-Tutup

Di mudik Lebaran 2026, Pemda DIY menyiapkan skema buka-tutup jalur di pintu keluar tol Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani. 

Dok tribun jogja
TOL JOGJA-SOLO SLEMAN: Jalan Tol Jogja-Solo wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dilengkapi dengan enam exit tol. Di mudik Lebaran 2026, Pemda DIY menyiapkan skema buka-tutup jalur di pintu keluar tol Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani.  

Ringkasan Berita:
  • Jelang mudik Lebaran 2026, Pemerintah DIY menyiapkan skema buka-tutup jalur di pintu keluar tol fungsional Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani. 
  • Walaupun mempercepat waktu tempuh, pembukaan ruas tol fungsional ini berpotensi memindahkan titik kemacetan dari Prambanan ke wilayah Kalasan, Kabupaten Sleman, mengingat kapasitas jalan penghubung yang belum ideal.
  • Sebagai informasi, ruas Tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang mudik Lebaran 2026, Pemerintah DIY menyiapkan skema buka-tutup jalur di pintu keluar tol fungsional Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani. 

Walaupun mempercepat waktu tempuh, pembukaan ruas tol fungsional ini berpotensi memindahkan titik kemacetan dari Prambanan ke wilayah Kalasan, Kabupaten Sleman, mengingat kapasitas jalan penghubung yang belum ideal.

Sebagai informasi, ruas Tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer dan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (Ambarawa–Bawen) sepanjang 4,98 kilometer ditargetkan beroperasi secara fungsional pada Lebaran 2026

Menurut data PT Jasa Marga (Persero) Tbk, progres konstruksi kedua ruas tersebut telah mencapai kisaran 90 hingga 95 persen.

Antisipasi lonjakan kendaraan

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan, koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan tanah jalan tol telah dilakukan. 

Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang keluar di Kalasan (Purwomartani). 

Menurut Ni Made, kecenderungan pemudik untuk memilih pintu keluar terdekat dengan Kota Yogyakarta dikhawatirkan akan membebani jalan lokal yang belum sepenuhnya siap menerima limpahan arus besar.

”Orang kan semakin dekat (dengan kota tujuan) itu kan semakin senang. Jadi, nanti itu menumpuknya di Kalasan. Nanti dilihat, orang kan lebih senang lebih dekat mencapai Jogja, kan? Otomatis (pilih) Kalasan. Nah, itu nanti takutnya itu crowded di Kalasan,” ujar Ni Made di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (3/2).

Ni Made menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan akan bersifat situasional. 

Jika volume kendaraan di pintu keluar Kalasan sudah melebihi kapasitas jalan penampung, arus akan dialihkan kembali ke pintu keluar Prambanan. 

Hal ini dilakukan agar beban lalu lintas terbagi dan tidak mengunci satu kawasan.

”Jadi, nanti dilihat dari situasi volume lalu lintasnya seperti apa. Kalau yang seimbang maksudnya masih bisa memungkinkan, ya dibuka. Tapi kalau dibagi dengan yang Prambanan (sudah padat), jadi yang Kalasan tutup. Seperti itu, nanti dilihat situasi. Ya, seperti kalau di jalan tol, kalau pas Lebaran kan gitu, buka-tutup jalur itu. Sama dengan fungsi yang ada di exit tolnya yang berbagi antara Prambanan dan Kalasan,” tutur Ni Made.

Ia mengakui kondisi jalan penghubung (feeder) dari pintu keluar tol fungsional di Kalasan 
menuju jalan nasional belum dalam kondisi teknis yang ideal selayaknya tol operasional penuh. 

Antisipasi kemacetan di jalan desa

Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas menjadi kunci utama agar tidak terjadi kemacetan parah di jalan-jalan desa atau kabupaten di sekitarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved