Dinkes Bantul Akan Sasar Sekitar 460 Ribu Orang untuk Program Cek Kesehatan Gratis Tahun Ini
Program CKG yang sudah diluncurkan pada tahun lalu tidak berhenti begitu saja, tetapi masih tetap berlanjut sampai tahun 2026.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul terus berupaya menjalankan program cek kesehatan gratis (CKG) pada tahun 2026, dengan sasaran mencapai 46 persen dari jumlah total penduduk Kabupaten Bantul.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan program CKG yang sudah diluncurkan pada tahun lalu tidak berhenti begitu saja, tetapi masih tetap berlanjut sampai tahun 2026.
"Secara kontiyu, kita jalankan dan bahkan target CKG kita lebih besar dibandingkan tahun kemarin. Kalau tahun kemarin kita tagetkan di 36 persen dari jumlah penduduk, tapi pada tahun 2026 ini naik menjadi 46 persen dari jumlah penduduk," katanya, kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Pihaknya berharap, program CKG bisa terlaksana dengan baik.
Masyarakat yang berada di Bumi Projotamansari diharapkan bisa langsung memanfaatkan CKG dengan mengunjungi Puskesmas terdekat.
"Masyarakat silakan datang ke Puskesmas dan juga kami akan meningkatkan cakupan untuk CKG ini tidak hanya di Puskesmas saja, tetapi kami akan mencakup event-event masyarakat untuk meningkatkan capaian dari CKG," tuturnya.
Selain itu, pihaknya berencana melibatkan fasilitas kesehatan swasta untuk mendongkrak cakupan CKG Bumi Projotamansari.
Sebab, saat ini layanan CKG masih berada di jenjang Puskesmas di Bumi Projotamansari.
Baca juga: Kasus Temuan Mayat Pria di Gumuk Pasir Bantul, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Lampaui Target Nasional
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho, berujar capaian CKG Bantul pada tahun 2025 telah melampaui target nasional.
Di mana, target CKG nasional sejumlah 36 persen, sedangkan CKG Bantul telah mencapai sekitar 38-39 persen.
"Capaian CKG 38-39 persen itu setara mungkin sekitar 360-an ribu sampai 400-an ribu," ucap dia.
Akan tetapi, target capaian CKG secara nasional pada tahun 2026 naik menjadi 46 persen.
Artinya, apabila tahun lalu masyarakat sudah melakukan CKG, maka tahun 2026 tetap diharapkan dapat melakukan CKG dan ditambah dengan 10 persen masyarakat yang belum melakukan CKG.
"Ya kalau di Bantul target 46 persen itu setara 460 ribu jiwa. Nah, itu tentu perlu ada strategi baru. Sekarang, kita sedang menumbuhkan minat masyarakat untuk datang lakukan CKG. Kalau toh tidak, kita sudah punya acara akselerasi. Salah satunya menggaet perusahaan swasta untuk lakukan CKG," tuturnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, berdasarkan tren tahun lalu yang melakukan CKG berasal dari usia produktif atau mulai jenjang siswa sekolah, pemuda-pemudi, hingga masyarakat yang aktif bekerja.
Namun, kalangan lansia juga disebut-sebut tak sedikit yang sudah melakukan CKG.
Ia menyampaikan bahwa dari hasil CKG banyak masyarakat yang langsung mendapatkan penanganan kesehatan.
Apalagi, dari hasil CKG banyak ditemukan penyakit dismetabolisme berupa hipertensi dan diabetes mellitus.
"Penyakit itu ditemukan di segala golongan usia. Bahkan, trennya sekarang penyakit itu lebih terkena ke usia muda lagi. Kalau dulu hipertensi kan di usia tua. Kalau sekarang ternyata ditemukan di usia lebih muda lagi," tandas dia. (*)
| Pemkab Bantul Tanggapi Kasus Lurah Seloharjo yang Digugat Mantan Dukuh Pelaku Kasus Pencurian |
|
|---|
| Bupati Bantul Perkirakan Konsumsi Pulsa Meningkat saat WFH ASN Diterapkan |
|
|---|
| Dana Desa di Bantul Terjun Bebas, Kalurahan Rata-rata Hanya Kebagian Rp373 Juta |
|
|---|
| WFH Mulai Diterapkan Pekan Depan, Pemkab Bantul Siapkan Sistem Pantau Kinerja ASN |
|
|---|
| Kemarau Panjang Mengancam, DKPP Bantul Andalkan Ribuan Pompa Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinkes-Bantul-Agus-Tri-Widiyantara-3012026.jpg)