Ketika Bangku SD Menjadi Tempat Belajar dan Mengasuh
Siswa kelas 3 SD Negeri Gembongan, Kalurahan Sentolo, Kulon Progo itu hampir setiap hari datang ke sekolah tidak sendiri, melainkan membawa sang adik.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Ariendra Ralea (9), siswa kelas 3 SDN Gembongan, Kulon Progo, hampir setiap hari membawa adiknya ke sekolah karena sang ibu, Rubiyanti (36), orang tua tunggal, tengah menjalani kemoterapi kanker payudara.
- Meski memikul tanggung jawab besar, Lea tetap semangat belajar, tidak terganggu dengan kehadiran adiknya.
- Pihak sekolah memberi izin khusus atas dasar empati dan mendukung Lea, yang dikenal cerdas, berprestasi, serta menjadi teladan kepedulian bagi teman-temannya.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Di antara riuh tawa anak-anak yang berlarian menuju kelas dengan tas dan bekal di punggung mereka, Ariendra Ralea (9) melangkah pelan sambil menggendong tanggung jawab yang jauh lebih besar dari usianya.
Siswa kelas 3 SD Negeri Gembongan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo itu hampir setiap hari datang ke sekolah tidak sendiri, melainkan membawa sang adik.
Bukan tanpa alasan, di rumah, sang ibu, Rubiyanti (36) kini tengah berjuang melawan sakit kanker payudara yang dideritanya.
Sang ibu saat ini tengah menjalani kemoterapi untuk penyembuhan kanker payudaranya.
Rubiyanti merupakan orang tua tunggal dan sejak enam bulan terakhir menjalani kemoterapi di RSPAU Hardjolukito.
Kondisi sang ibu membuat Lea dipaksa untuk menjadi dewasa di usianya yang masih anak-anak.
Lea sendiri mengaku tidak terganggu dengan keberadaan adiknya selama di sekolah.
Sebaliknya, ia justru merasa senang ditemani adiknya selama mengikuti aktivitas pembelajaran.
Ia mengatakan ingin bercita-cita sebagai dokter saat sudah dewasa nanti. Bahkan sudah berangan-angan ingin mendirikan rumah sakit sendiri.
"Saya ingin bisa mengobati orang yang sedang sakit," kata Lea.
Baca juga: Kronologi Tabrakan Beruntun 6 Kendaraan di Jalan Magelang Tempel Sleman
Beruntung, pihak sekolah tidak mempermasalahkan Lea yang membawa adiknya ke sekolah setiap hari.
Kepala SDN Gembongan, Pri Hastuti Komarul mengatakan hampir setiap hari Ralea membawa adiknya ke sekolah.
"Awalnya cuma dibawa 2 kali seminggu, namun sekarang hampir setiap hari," kata Hastuti pada wartawan.
Menurut Hastuti, sekolah mengizinkan Lea membawa adiknya ke sekolah karena memang kondisi orang tuanya yang sedang sakit.
| Kadinkes Kulon Progo Respons soal Adanya Suspek Hantavirus, Pastikan Nihil Kasus Positif |
|
|---|
| Pertama Kali ke DIY, Ipsos Indonesia Salurkan Bantuan ke Pelajar SLB PGRI Nanggulan Kulon Progo |
|
|---|
| Cerita Para Guru SLB Terkecil di Kulon Progo, Jadikan Mengajar ABK Sebagai Ibadah |
|
|---|
| DPRD Kulon Progo Minta Pemkab Upayakan agar Kebijakan Pusat Tidak Serta Merta Menghapus Guru non-ASN |
|
|---|
| Serangan Jantung, Satu Jemaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Makkah Arab Saudi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kisah-Lea-Pelajar-SD-di-Kulon-Progo-Ngemong-Adiknya-ke-Sekolah-Lantaran-Ibunya-Jalani-Kemoterapi.jpg)