Tren Kasus DBD di Bantul Sepanjang 2025 Menurun, Tercatat Ada 576 Kasus

Dinkes Bantul mencatat tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan selama tahun 2025, dibandingkan pada tahun sebelumnya

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi DBD 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan selama tahun 2025, dibandingkan pada tahun sebelumnya atau 2024.

"Selama tahun 2025 tercatat ada 576 kasus DBD di Kabupaten Bantul, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 572 kasus DBD," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Samsu Aryanto, Minggu (11/1/2026).

Adapun sebaran kasus tersebut berada di beberapa kapanewon di Bumi Projotamansari.

Akan tetapi, kasus terbanyak ada di Kapanewon Imogiri, Sedayu, Pleret, dan disusul oleh Kapanewon Pundong. 

Baca juga: Pemkab Bantul Berikan Bantuan Iuran Kesehatan Gratis, Ini Kriteria Penerimanya

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan penekanan kasus DBD mulai dari melakukan fogging hingga menyediakan RDT NS1 combo untuk dapat mendeteksi awal adanya DBD.

"Kemudian, kami juga memperkuat penanganan dan layanan DBD di fasilitas pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan menguatkan promotif preventif di masyarakat," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan jejaring lintas program dan lintas sektor untuk gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk dan memberdayakan juru pemantau jentik (Jumantik) serta meningkatkan kompetensi petugas kesehatan. 

"Kita juga sudah memberikan surat edaran kewaspadaan DBD untuk organisasi perangkat daerah (OPD), Fasyankes, maupun kalurahan," tutup Samsu.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved