Akhir Petualangan Sindikat Love Scamming Internasional di Sleman

Polresta Yogyakarta mengungkap kasus love scamming internasional di Sleman DI Yogyakarta dan telah berjalan selama satu tahun.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
TERUNGKAP - Rumah toko (Ruko) ini pada Senin (5/1/2026) kemarin digerebek aparat dari Polresta Yogyakarta karena diduga menjadi tempat praktik scam jaringan internasional. Dalam praktiknya, sindikat ini disebut meraup keuntungan hingga sekitar Rp30 miliar dalam tiga sif per bulan.  

Setelah korban terpancing menjadi anggota premium, mereka akan digiring masuk ke tahap selanjutnya yang lebih bersifat transaksional. Sumanto menjelaskan bahwa tujuan utama perusahaan adalah memaksa korban melakukan top-up koin untuk membeli hadiah digital yang menjadi sumber utama pendapatan sindikat tersebut.

"Kedua divisi gift, gimana caranya orang habis premium itu mengirimkan gift. Duitnya di situ, jadi mancing chat biar bisa nge-gift, ngirimi pap tapi di-lock fotonya. 

Harus gift baru kebuka fotonya. Nah kalau nge-gift itu harus top-up koin, setelah tercapai orangnya nge-gift, tugas selesai. Ketiga memancing biar konsisten nge-gift, di divisi ini gimana caranya mancing orang yang sudah adiktif chattingan itu nge-gift terus," lanjutnya.

Eksploitasi korban

Tahapan paling krusial berada pada divisi keempat yang bertugas mengeksploitasi korban secara finansial hingga titik maksimal. Pada tahap ini, konten yang dikirimkan kepada korban pun berubah menjadi semakin berani dan vulgar demi memancing pengeluaran koin yang lebih besar.

"Keempat ini gold digger-nya, ketika user sudah spent koin banyak, dipegang divisi ini jadi tukang nguras koinnya dari gift. Terus ada satu lagi, ini divisi untuk orang yang sudah kekuras, dia tugasnya cuma casual chat biar para lelaki tidak curiga bahwa dia di-scam. Kita itu disediakan HP, disediakan akun-akun cewek banyak, dengan stok foto dari cewek-cewek itu, mulai dari foto kasual sampai ke foto seksi. Semakin tinggi divisi, foto yang dipegang makin vulgar. Kayak chat sex begitu isinya, terus ngirimi foto video yang kancingan harus dibuka dengan gift," papar Sumanto secara rinci.

Sumanto mengaku hanya bertahan selama satu bulan karena menyadari bahwa pekerjaan yang awalnya ditawarkan sebagai Customer Service (CS) untuk aplikasi kencan ini adalah murni tindak pidana penipuan. 

Meskipun menyadari adanya penyimpangan, ia mengungkapkan bahwa skema pendapatan di perusahaan tersebut memang dirancang untuk menggiurkan para pekerjanya. "Lowongan pekerjaannya memang untuk jadi CS dating apps. Saya sebulan saja bekerja di sana karena menyadari bahwa ini scamming. Gaji sempat terima pokoknya Rp 3 juta, terus bonus harian bisa Rp 100.000. Income ada yang bisa sampai Rp10 juta," ujarnya. 

arga di sekitar Jalan Gito-gati, Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman dikejutkan dengan penggerebekan sebuah rumah  ruko yang digunakan untuk praktik scammer jaringan internasional, pada awal Januari 2026 ini. 

Warga tak curiga

Warga mengaku semula tidak begitu menaruh curiga, rumah lantai dua yang berada di tepi Jalan raya itu menjadi markas penipuan. Sebab aktivitasnya serupa kantor dengan banyak karyawan. "Kalau yang saya lihat setiap hari ramai, buka 24 jam," kata N, warga yang setiap hari bekerja di dekat rumah ruko tersebut, ditemui Selasa (6/1). 

Pemuda yang ditaksir berusia 28 tahun ini mengatakan, setiap hari ruko tersebut dipenuhi oleh pemuda pemudi yang diduga sebagai karyawan. Pelat kendaraan bukan hanya dari Yogyakarta, namun juga luar daerah. Mereka berpakaian baju bebas formal selayaknya karyawan. Saat jam kerja, rolling door bagian depan juga dibuka. Artinya tidak tertutup total. 

Ketua RW 33, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Wahyu Agung Purnomo mengaku saat penggerebekan terjadi, dirinya diminta aparat untuk menjadi saksi. Kala itu, dirinya sedang berada di depan rumah, dan aparat datang untuk meminta dirinya menjadi saksi penggerebekan. Di lokasi, ia melihat polisi menyita barang bukti berupa handphone dan laptop. Ia tidak hapal jumlahnya. 

"Banyak sekali (laptopnya). Di lantai bawah dan lantai atas. Setiap kamar ada barang buktinya. Karena saya disuruh menyaksikan," ujar dia. 

Kerugian scam di DIY tembus Rp143,88 miliar

Kerugian akibat penipuan keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta menembus Rp143,88 miliar hingga November 2025. Angka itu berasal dari 7.034 laporan masyarakat yang diterima Indonesia Anti Scam Center (IASC) dan dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Forum Group Discussion Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) DIY di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Selasa (2/12).

Kepala OJK DIY sekaligus Ketua Satgas PASTI DIY, Eko Yunianto, mengatakan pesatnya perkembangan teknologi digital membuka peluang sekaligus meningkatkan risiko kejahatan keuangan. Karena itu, penguatan edukasi publik dan sinergi lintas sektor menjadi kunci pencegahan.

“Pencegahan aktivitas keuangan ilegal membutuhkan sinergi lintas sektor. Edukasi dan penyebarluasan informasi harus diperkuat melalui kanal publikasi seluruh anggota Satgas agar masyarakat dapat mengenali dan mengantisipasi modus penipuan,” ujar Eko.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved