Akhir Petualangan Sindikat Love Scamming Internasional di Sleman

Polresta Yogyakarta mengungkap kasus love scamming internasional di Sleman DI Yogyakarta dan telah berjalan selama satu tahun.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
TERUNGKAP - Rumah toko (Ruko) ini pada Senin (5/1/2026) kemarin digerebek aparat dari Polresta Yogyakarta karena diduga menjadi tempat praktik scam jaringan internasional. Dalam praktiknya, sindikat ini disebut meraup keuntungan hingga sekitar Rp30 miliar dalam tiga sif per bulan.  

Ringkasan Berita:
  •  Polresta Yogyakarta mengungkap kasus love scamming internasional yang beroperasi di Yogyakarta dan telah berjalan selama satu tahun.
  • Dalam praktiknya, sindikat ini disebut meraup keuntungan hingga sekitar Rp30 miliar dalam tiga sif perbulan. 
  • Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan, praktik love scamming tersebut telah berlangsung selama satu tahun terakhir. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta mengungkap kasus love scamming internasional yang beroperasi di Sleman, DI Yogyakarta dan telah berjalan selama satu tahun. 

Dalam praktiknya, sindikat ini disebut meraup keuntungan hingga sekitar Rp30 miliar dalam tiga sif per bulan. 

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan, praktik love scamming tersebut telah berlangsung selama satu tahun terakhir.

Dari hasil pemeriksaan, setiap sif disebut mampu mengumpulkan hingga 2 juta koin per bulan, di mana setiap 16 koin dihargai lima dollar AS. 

“Secara kalkulasi per sif itu dapat Rp10 miliar lebih satu bulannya. Sedangkan dalam pekerjaannya mereka dibagi menjadi tiga sif,” ujarnya, Rabu (7/1). 

Rizky mengungkapkan, aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi kloningan asal China bernama WOW.

Perusahaan PT Altair Trans Service yang beroperasi di Indonesia berperan sebagai penyedia karyawan untuk menjalankan praktik tersebut, termasuk mencari konsumen melalui aplikasi kencan daring. 

Setiap karyawan kemudian mendekati pengguna atau konsumen yang berasal dari empat negara, yakni Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

Setelah terjalin kedekatan, para karyawan mengirimkan konten pornografi, di mana setiap kali konsumen membuka konten tersebut, mereka diwajibkan membayar menggunakan koin yang berlaku dalam aplikasi. 

“Baik video atau foto porno sudah disiapkan perusahaan, sudah ada di setiap hp dan laptop yang disediakan. Bahkan, kita coba buka aplikasi WOW di situ sudah disiapkan tapi terbatas, lalu perusahaan dari Indonesia menambahkan secara manual,” jelasnya. 

“Konten yang disebar download dari internet,” kata dia.

Rizky juga menyampaikan bahwa dalam operasional sindikat love scamming internasional ini melibatkan warga negara asing (WNA) asal China. Saat ini, Polresta Yogyakarta telah mengantongi identitas sejumlah WNA tersebut.

“Kami sudah menghubungi Hubinter yang akan berkomunikasi dengan interpol,” ujar dia. 

Sebelumnya, Polresta Yogyakarta telah mengamankan enam tersangka dalam kasus love scamming Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap pada Senin (7/1).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved