Fakta-fakta Penggerebekan Ruko Markas Scammer Internasional di Sleman

Berikut adalah fakta-fakta penggerebekan rumah toko (ruko) di Jalan Gito-gati, tepatnya di Kelurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
MARKAS SCAMMER: Rumah dua lantai di jalan Gito-gati tepatnya di Donoharjo, Ngaglik, tampak sepi. Rumah ini pada Senin (5/1/2026) kemarin digerebek aparat dari Polresta Yogyakarta karena diduga menjadi tempat praktik scam jaringan internasional. 

Seperti yang terlihat dari namanya, ini merupakan jenis penipuan berkedok meminta donasi. 

Scammer yang melakukan penipuan semacam ini memanfaatkan rasa simpati dan iba dari para korban. 

Perhatian yang didapatkan dari rasa simpati korban dimanfaatkan untuk mengajaknya berdonasi. Lantas, uang donasi ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dari scammer.

3. Phising

Jenis scam ini telah memakan korban dalam jumlah yang cukup banyak. 

Phising adalah penipuan dengan modus memancing korban untuk memberikan data dirinya secara sukarela. 

Praktik kejahatan phising dilakukan dengan cara menyamar sebagai sebuah institusi atau entitas besar.

Sebagai contoh, baru-baru ini banyak penipuan phising yang mengajak korban untuk melakukan pembaruan aplikasi mobile banking. 

Proses pembaruan ini akan meminta data-data korban lengkap dengan informasi rekeningnya.

Jika korban mengikuti seluruh tahapan dan bahkan sudah menekan tombol Submit, saldo rekening bank korban akan disedot secara otomatis oleh scammer. 

Pada beberapa kasus bahkan scammer sampai mengambil alih akun media sosial milik korban untuk melanjutkan praktik scam ke korban lainnya.

4. Love Scam

Belakangan ini jenis penipuan love scam cukup marak, terutama di kalangan muda-mudi. 

Love scam adalah jenis penipuan memanfaatkan korban yang sedang mencari pasangan di aplikasi dating online. 

Biasanya scammer akan membuat akun dengan identitas palsu dan mencoba memainkan emosi korban.

Korban yang sudah terjerat dengan tipuan scammer selanjutnya akan diperdaya sehingga korban mau melakukan apa yang diminta oleh scammer. 

Dalam kasus yang berbeda, ada juga love scam yang bertujuan untuk melakukan pencucian uang. 

Scammer bisa saja mengirimkan sejumlah uang dan meminta korban untuk mengirimkannya ke rekening lain.

Meskipun tidak mengetahui praktik pencucian uang ini, korban tetap harus ikut diperiksa karena sudah terlibat. 

Bahkan, kamu juga harus ikut menghadiri persidangan dan urusan hukum lainnya jika tertimpa kasus scam pencucian uang ini.

5. Cold Call Scam

Selain keempat jenis scam di atas, hati-hati juga dengan penipuan cold call scam

Penipuan ini dilakukan via telepon dengan scammer menyamar menjadi pihak tertentu, seperti sebuah instansi, rumah sakit, kepolisian, dan sebagainya. 

Dalam praktiknya, scammer memanipulasi korban untuk melakukan hal-hal yang memberikan keuntungan untuknya.

Ciri-ciri scam

Untuk mencegahnya, kamu dapat mengenali ciri-ciri dasar dari pelaku scam. Adapun beberapa ciri-ciri dari scam adalah sebagai berikut:

Meminta Data Sensitif

Scammer akan meminta data sensitif korban untuk disalahgunakan demi keuntungan pribadi. 

Misalnya seperti untuk mengambil alih akun media sosial, mengajukan pinjaman online, sampai meretas rekening akun bank.

Perusahaan yang kredibel semestinya sudah mempunyai data lengkap dari penggunanya. 

Apabila kamu diminta untuk memberitahukan informasi sensitif, waspadalah. Bisa jadi kamu sedang diserang aksi scam.

Menawarkan Hadiah di Luar Nalar

Ciri lain dari aksi scam adalah menawarkan hadiah menarik yang terkadang di luar nalar. 

Misalnya seperti giveaway uang ratusan juta rupiah, menang undian yang tidak kamu ikuti, hingga reward program yang sebenarnya tidak ada.

Pemberian hadiah ini tidak lantas sungguhan, scammer hanya menggunakannya sebagai alat pancing saja. 

Korban akan diminta untuk mengirimkan sejumlah uang guna mencairkan hadiah yang kamu dapatkan. 

Faktanya, setelah kamu mengirimkan sejumlah uang yang diminta, scammer tidak lantas akan mengirimkan hadiah sungguhan.

Memberikan Instruksi yang Memainkan Emosi Korban

Cara scammer mendesak korban adalah dengan memainkan emosi dan memberikan instruksi untuk melakukan tindakan secara cepat. 

Dalam keadaan panik, korban tidak akan berpikir panjang. Alhasil, korban akan mengikuti kemauan dari pelaku scam.

Meminta Pembayaran

Terakhir, scammer juga dapat diidentifikasi dengan tindakan yang meminta kamu untuk melakukan pembayaran. 

Dalih yang digunakan sebagai bentuk pembayaran dapat berupa biaya pajak hadiah, ongkos kirim, dan sebagainya.

(Tim Tribun Jogja)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved