Fakta-fakta Penggerebekan Ruko Markas Scammer Internasional di Sleman

Berikut adalah fakta-fakta penggerebekan rumah toko (ruko) di Jalan Gito-gati, tepatnya di Kelurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
MARKAS SCAMMER: Rumah dua lantai di jalan Gito-gati tepatnya di Donoharjo, Ngaglik, tampak sepi. Rumah ini pada Senin (5/1/2026) kemarin digerebek aparat dari Polresta Yogyakarta karena diduga menjadi tempat praktik scam jaringan internasional. 

Ketua RW 33, Donoharjo, Sleman, Wahyu Agung Purnomo mengatakan rumah ruko tersebut adalah milik warga setempat. 

Sudah beberapa kali dikontrakan dan terakhir dikontrak untuk usaha tersebut. 

Izin sempat dipermasalahkan

Ia tidak hafal izin usaha yang dilaporkan karena perizinan saat mengontrak rumah tersebut ada ditingkat RT. 

Namun sependek ingatannya, izin usaha yang dijalankan sempat dipermasalahkan. Karena izinnya di Jawa Barat namun operasionalnya di Sleman

"Izinnya bukan di Sleman. Usaha apa, saya lupa. Setahun yang lalu. Dulu rumah itu memang dikontrakan. Milik warga sini untuk dikontrakan. Sudah beralih-alih dan terakhir itu," kata Agung, ditemui di rumahnya, Selasa (6/1). 

Pihaknya mengaku sempat curiga, terkait usaha yang dijalankan. 

Awalnya terkait perizinan, yang dinilai aneh karena berada di Jabar namun operasionalnya di Sleman

Aktivitas di ruko

Namun karena tidak ada kewenangan, kecurigaan tersebut akhirnya menguap. 

Ia mengaku sempat beberapa kali memperhatikan aktivitas di area ruko. Setiap hari banyak yang datang dan kadang pintu sedikit terbuka. 

Saking banyaknya yang datang, terkadang parkir sepeda motor sampai hampir tidak muat dan meluber ke tepian jalan. 

Pihaknya mengaku pernah mengingatkan, agar sepeda motor ditata yang baik dan hati-hati dengan adanya pencurian sepeda motor. 

"Kalau motor kan penuh. Bahkan mepet marka jalan. Saya pernah ingatkan, karena sebelum ini ada kasus pencurian motor di situ. Ada motor karyawan yang sempat hilang," ujarnya. 

Punya banyak karyawan 

Jumlah orang yang diduga karyawan di tempat itu cukup banyak. Agung mengatakan, sepengetahuan dirinya, jumlah karyawan ada puluhan bahkan beroperasi 24 jam dengan tiga sif. 

Ia memastikan semua karyawan dari warga luar kampung. Artinya, tidak ada warganya yang menjadi karyawan di tempat itu. 

Kalaupun ada, itu adalah karyawan luar daerah yang mengontrak tinggal di wilayah Donoharjo. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved