Libur Nataru Dongkrak Penjualan, Omzet Pedagang Pasar Beringharjo Naik 3 Kali Lipat

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 kembali menghadirkan denyut keramaian di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
RAMAI : Pedagang melayani pembeli di salah satu kios pakaian Pasar Beringharjo, Yogyakarta, saat libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Lonjakan wisatawan selama masa liburan mendorong peningkatan penjualan pakaian, seperti kemeja, tunik, dan daster, dengan sebagian pedagang mencatat kenaikan omzet hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. 

Ringkasan Berita:
  • Pasar Beringharjo, Yogyakarta, ramai dikunjungi wisatawan selama libur Nataru 2025/2026, dengan puluhan ribu orang setiap hari berburu batik, busana, aksesori, dan kuliner.
  • Pedagang di bagian depan pasar merasakan lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat, terutama produk kemeja, tunik, dan daster, sebagian besar pembeli dari luar daerah.
  • Penjualan di los bagian belakang pasar meningkat lebih kecil, sekitar 30 persen, karena lokasi lebih sepi meski tetap ada manfaat dari kunjungan wisatawan.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 kembali menghadirkan denyut keramaian di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Pasar legendaris di jantung kawasan Malioboro itu menjadi magnet wisatawan yang berburu oleh-oleh khas, mulai dari batik, busana tradisional, aksesori, hingga kuliner. 

Selama periode liburan, pasar ini diperkirakan dikunjungi puluhan ribu orang setiap hari, menegaskan posisinya sebagai ikon wisata belanja yang tak pernah sepi.

Sinta, pedagang pakaian di Pasar Beringharjo, merasakan langsung dampak ramainya wisatawan. Ia menyebut penjualan selama libur Nataru mengalami lonjakan tajam. 

“Iya, naik,” katanya saat ditanya soal omzet. 

Ketika diminta merinci, Sinta mengungkapkan kenaikan penjualan yang cukup mencolok.

“Banyak. Iya, tiga kali lipat, dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Produk yang paling banyak diburu wisatawan adalah pakaian jadi. 

“Kemeja. Kemeja cowok. Terus daster sama tunik,” tutur Sinta. 

Menurut dia, mayoritas pembeli berasal dari luar daerah, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan selama liburan. 

“Iya,” katanya singkat saat ditanya asal pengunjung.

Keramaian, menurut Sinta, mulai terasa sejak awal masa libur sekolah. 

“Sejak liburan. Liburan sekolah,” ujarnya.

Ia menilai suasana Nataru tahun ini memang ramai dibanding periode sebelumnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved