Kejar Target 150.000 Wisman, Ini Langkah Dinpar DIY
Dinas Pariwisata DIY menargetkan 150.000 kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Dinas Pariwisata DIY menargetkan 150.000 kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026.
- Target ini pun sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
- Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, untuk mencapai target kunjungan wisman 2026, pihaknya telah merancang program promosi pariwisata. Promosi ini juga menyasar family trip atau wisata keluarga.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata DIY menargetkan 150.000 kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Target ini pun sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengatakan untuk mencapai target kunjungan wisman 2026, pihaknya telah merancang program promosi pariwisata. Promosi ini juga menyasar family trip atau wisata keluarga.
"Tahun ini sesuai dengan RPJMD, target wisman 2026 150.000. Tentunya kami menyelengarakan program promosi. Termasuk penerimaan famtrip (family trip) dari luar negeri," katanya, Rabu (6/5/2026).
Promosi pariwisata DIY pun terus diperluas melalui media sosial. Pemanfaatan teknologi menjadi penting dalam memperluas jangkauan pemasan.
Di samping itu, pihaknya juga mendorong pelaku industri mengikuti pameran luar negeri secara mandiri.
"Kami mendorong pelaku industri untuk mengikuti kegiatan pameran luar negeri secara mandiri yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah kunjungan wisman di DIY selama triwulan I mencapai 20.705. Jumlah kunjungan ini meningkat 29,50 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun kunjungan wisman tertinggi sepanjang triwulan I 2026 berasal dari Malaysia sebanyak 7.866, disusul Singapura sebanyak 2.092, dan Tiongkok 1.286.
Kunjungan wisman meningkat
Kunjungan wisman dari negara lain seperti Jepang, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Belanda, Prancis, India, dan lainnya tercatat meningkat sepanjang triwulan I 2026.
Kendati kunjungan wisman sepanjang triwulan I meningkat, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengeluhkan adanya penurunan kunjungan wisman dari Eropa.
Penurunan kunjungan wisman Eropa ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global.
"Penurunannya bisa mencapai 15 persen dari wisman Eropa, karena geopolitik," ujarnya.
Kendati demikian, okupansi hotel masih dapat tertolong karena wisatawan dari Tingkok, Taiwan, dan India.
"Kalau wisman Eropa memang menurun ya, tidak hanya dirasakan di Jogja, tetapi Bali dan Jakarta juga. Karena kan masuknya melalui Bali dan Jakarta, Jogja tidak punya penerbangan langsung dari Eropa. Untuk asing kita masih tertolong Taiwan, China (Tiongkok) itu signifikan, kalau India tidak signifikan," pungkasnya.
| Dianggap Gulma, Daun Krokot Disulap Jadi Mi Kremes oleh Mahasiswi UNY |
|
|---|
| Eko Suwanto Sebut BKK Danais Rp41 Miliar untuk Kota Yogyakarta, Atasi Stunting dan Sampah |
|
|---|
| Sepakati Pendampingan Hukum dari Pemkot Yogya, Ini Harapan Orang Tua Korban Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Bangunan Indekos di Gondokusuman Terbakar, Satu Motor dan Laptop Hangus Terbakar |
|
|---|
| Diduga Akibat Rembesan BBM Motor, Sebuah Indekos di Demangan Jogja Hangus Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pariwisata-DIY-Drs-Imam-Pratanadi-MT.jpg)