Pameran Arsip ‘Beyond The Notes’, Ruang Kontemplasi Perjalanan Musik Andi Bayou

Yogyakarta kembali menghadirkan ruang temu antara karya, ingatan, dan perjalanan personal seorang seniman

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Andi Bayou berikan penjelasan saat pameran 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta kembali menghadirkan ruang temu antara karya, ingatan, dan perjalanan personal seorang seniman.

Melalui sebuah pameran arsip, publik diajak menengok sisi lain proses kreatif yang selama ini lebih banyak terdengar lewat lagu dan rekaman, bukan melalui jejak hidup di baliknya.

Pameran Arsip ‘Beyond The Notes – Andi Bayou’ digelar pada 4 hingga 7 Desember 2025 di Andi Bayou Museum, yang berlokasi tak jauh dari Museum Diponegoro.

Pameran ini menampilkan potongan perjalanan musikal Andi Bayou, sekaligus membuka ruang kontemplasi tentang makna musik sebagai proses pencarian diri.

Di dalam museum, pengunjung tidak hanya disuguhi alat musik, catatan, dan pita rekaman lama.

Beragam arsip personal turut ditampilkan, mulai dari piano kuno warisan keluarga, keyboard dan gitar yang digunakan dalam proses rekaman bersama sejumlah musisi nasional, hingga tulisan lirik lagu dan dokumentasi masa remaja Andi Bayou saat masih aktif sebagai atlet bulutangkis.

“Ini sangat monumental, piano peninggalan nenek saya, ini usia 100 tahun lebih masih berfungsi sangat baik. Dengan alat ini pula saya belajar bermain piano,” ungkap Andi.

Baca juga: Jembatan Kewek Ditutup, Kridosono, Jaman Edan dan Ketandan Dioptimalkan jadi Kantong Parkir

Sejumlah kaset rekaman bertuliskan tangan, foto studio era 1990-an, serta surat-surat pribadi juga menjadi bagian dari pameran.

Arsip-arsip tersebut merekam pergulatan seorang anak dari keluarga akademisi medis yang memilih jalan hidup berbeda melalui musik.

Andi Bayou, yang lahir dengan nama Raden Andi Haryo Setiawan di Yogyakarta pada 20 Agustus 1971, memulai perjalanan musikalnya sejak usia muda.

Ia meninggalkan kota kelahirannya dan merantau ke Jakarta, membangun karier dari nol hingga menjadi salah satu figur penting di balik layar industri musik Indonesia.

Namanya tercatat dalam berbagai proses produksi karya musisi, mulai dari Iwan Fals, Sheila on 7, Judika, Nicky Astria, Agnez Mo, hingga musisi jebolan ajang pencarian bakat.

Namun pameran ini tidak semata merayakan pencapaian profesional tersebut.

Arsip yang ditampilkan justru menekankan sisi batin yang menyertai proses kreatif panjang selama lebih dari tiga dekade.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan Program Studi Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta.

Penanggung Jawab Pameran Beyond The Notes Andi Bayou, Mikke Susanto, menyebut setiap karya Andi Bayou menyimpan dimensi personal yang jarang terlihat di permukaan. 

“Tetapi di museum kecil itu, penjelasan tersebut menemukan bentuknya, mulai instrumen yang menua bersama perjalanan, master rekaman yang pernah melintasi batas waktu, hingga catatan harian yang mencatat arah hidup yang mengubah Mas Andi,” ujar Mikke.

Pameran ini juga menandai 35 tahun perjalanan musikal Andi Bayou, termasuk pengalaman tampil dan terlibat dalam forum musik internasional, seperti undangan ke kantor pusat Roland di Jepang, Frankfurt Musik Messe di Jerman, serta NAMM Show di Amerika Serikat.

Meski sempat menapaki panggung global, Andi Bayou memilih kembali ke Yogyakarta.

Kepulangan itu menjadi titik penting yang melahirkan Andi Bayou Museum, museum musik pribadi pertama di Indonesia yang dibangun atas inisiatif seorang seniman.

Di dalam museum, pengunjung dapat menjumpai studio rekaman interaktif, ruang pertunjukan kecil bagi musisi muda, serta area edukasi yang merekam perkembangan musik Indonesia dari waktu ke waktu.

Di salah satu dinding, sebuah kutipan menyambut pengunjung. 

“Musik bukan hanya tentang nada. Ia adalah perjalanan, tentang bagaimana manusia menemui dirinya di antara bunyi, waktu, dan ketulusan.”

Melalui pameran ini, arsip tidak sekadar hadir sebagai benda masa lalu. Ia menjadi medium refleksi tentang proses kreatif, pilihan hidup, dan perjalanan pulang seorang musisi yang terus bergerak melampaui nada.(nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved