Tol Jogja Solo

Progres Jalan Tol Jogja Solo Paket 2.2 di Sleman: Target Uji Coba Juni 2026

Pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo paket 2.2 dari Tirtoadi hingga Trihanggo, Sleman. ditargetkan uji coba Juni 2026

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Iwan Al Khasni
TOL JOGJA-SOLO: Pembangunan konstruksi Jalan Tol Jogja–Solo paket 2.2 yang membentang dari Tirtoadi hingga Trihanggo, Kabupaten Sleman 

Dengan progres yang terus dikejar, pihak kontraktor menargetkan jalan tol Jogja–Solo paket 2.2 bisa mulai diuji coba pada Juni 2026. 

Kehadiran jalan tol ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Gerbang Tol Prambanan Jadi Fokus Pengawasan Jelang Nataru

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Gerbang Tol Prambanan diperkirakan menjadi salah satu titik krusial pengelolaan lalu lintas di DIY. 

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan bahwa arus kendaraan saat Nataru berbeda dengan Lebaran.

 “Jika Lebaran didominasi mobilitas menuju kampung halaman, maka arus Nataru cenderung terfokus pada destinasi wisata,” ujarnya.

Karena itu, jalur setelah keluar Tol Prambanan yang mengarah ke kawasan wisata menjadi fokus pengawasan Dishub DIY.

Dishub DIY menempatkan posko statis di Gerbang Tol Prambanan untuk memantau aliran kendaraan. Jika antrean menuju exit gate atau simpang terdekat mulai memanjang, rekayasa lalu lintas segera diterapkan.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub DIY juga menyesuaikan siklus lampu APILL berbasis demand di simpang-simpang strategis.

Siklus lampu lalu lintas diatur secara dinamis sesuai tingkat kepadatan, dengan pemantauan melalui CCTV, petugas lapangan, dan sistem traffic management.

Antisipasi Lonjakan Wisatawan

Selain di Tol Prambanan, pengawasan diperkuat di jalur selatan melalui Jembatan Kabanaran – JJLS yang banyak dilintasi wisatawan menuju kawasan pantai.

Personel dan sarana pendukung disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada hari-hari puncak liburan.

Dishub DIY juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, menghindari parkir sembarangan, serta memanfaatkan teknologi informasi sebelum melakukan perjalanan.

Manajemen lalu lintas selama Nataru memerlukan respons cepat lintas kewenangan. Dishub DIY berkoordinasi dengan Polda DIY, Polres/Polresta, BPTD DIY, Dishub kabupaten/kota, Jasa Raharja, dan Dinas PUP-ESDM DIY.

Koordinasi tersebut mencakup integrasi data pemantauan, pengerahan personel lapangan, penanganan cepat gangguan lalu lintas, serta penyampaian informasi publik agar mobilitas masyarakat dan wisata tetap aman dan nyaman. (rif/han)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved