Sederet Evaluasi Setelah Dua Hari Uji Coba Malioboro Jogja Full Pedestrian

Menurut evaluasi, jumlah pengunjung Malioboro tetap tinggi, bahkan bertambah, tapi masalah utama muncul dari maraknya parkir liar di sirip

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
MALIOBORO FULL PEDESTRIAN - Personel Kepolisian dan Dishub Kota Yogyakarta menghalau kendaraan yang akan masuk ke Malioboro dari Jalan Abu Bakar Ali, Senin (1/12/2025). Sederet pekerjaan rumah menanti Pemkot Yogyakarta setelah uji coba kawasan Malioboro full pedestrian selama dua hari, pada 1-2 Desember 2025.  

Sebagian pengunjung mengapresiasi pengalaman berjalan kaki yang lebih aman dan nyaman. 

Namun, pelaku usaha dan pekerja di kawasan itu mengeluhkan dampak ekonominya.

Nur, warga Sleman yang berkunjung ke Malioboro, mengaku menikmati suasana tanpa kendaraan bermotor.

“Tapi susah cari parkir kalau bawa kendaraan pribadi. Tadi saya naik taksi daring, jadi bisa turun di belakang,” ujarnya.

Meski begitu, ia belum sepenuhnya setuju jika pedestrianisasi diberlakukan setiap hari.

“Kalau hanya sekali-sekali pada waktu-waktu tertentu, tidak masalah,” tuturnya.

Dari sisi pelaku usaha, kekhawatiran datang terkait penurunan omzet serta terbatasnya akses masuk karyawan.

Fauzi, karyawan toko oleh-oleh, mengatakan kebijakan ini menurunkan jumlah pelanggan pada jam-jam awal.

“Waktu uji coba pada 7 Oktober lalu, omzet turun sekitar 40 persen,” ujarnya.

Ia berharap pekerja yang bertugas di kawasan Malioboro mendapat akses khusus jika kebijakan pedestrianisasi diterapkan penuh.

“Saat uji coba ini, kami tak bisa masuk kawasan sehingga harus berputar-putar atau parkir jauh,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved