Sederet Evaluasi Setelah Dua Hari Uji Coba Malioboro Jogja Full Pedestrian
Menurut evaluasi, jumlah pengunjung Malioboro tetap tinggi, bahkan bertambah, tapi masalah utama muncul dari maraknya parkir liar di sirip
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Sebagian pengunjung mengapresiasi pengalaman berjalan kaki yang lebih aman dan nyaman.
Namun, pelaku usaha dan pekerja di kawasan itu mengeluhkan dampak ekonominya.
Nur, warga Sleman yang berkunjung ke Malioboro, mengaku menikmati suasana tanpa kendaraan bermotor.
“Tapi susah cari parkir kalau bawa kendaraan pribadi. Tadi saya naik taksi daring, jadi bisa turun di belakang,” ujarnya.
Meski begitu, ia belum sepenuhnya setuju jika pedestrianisasi diberlakukan setiap hari.
“Kalau hanya sekali-sekali pada waktu-waktu tertentu, tidak masalah,” tuturnya.
Dari sisi pelaku usaha, kekhawatiran datang terkait penurunan omzet serta terbatasnya akses masuk karyawan.
Fauzi, karyawan toko oleh-oleh, mengatakan kebijakan ini menurunkan jumlah pelanggan pada jam-jam awal.
“Waktu uji coba pada 7 Oktober lalu, omzet turun sekitar 40 persen,” ujarnya.
Ia berharap pekerja yang bertugas di kawasan Malioboro mendapat akses khusus jika kebijakan pedestrianisasi diterapkan penuh.
“Saat uji coba ini, kami tak bisa masuk kawasan sehingga harus berputar-putar atau parkir jauh,” jelasnya.
| Roadshow ANTARIKSA UNISA Yogyakarta Edukasi Bahaya Judi Online di SMAN 1 Sedayu |
|
|---|
| Ambisi Sempurnakan Musim, PSS Sleman Siap Tempur Lawan Garudayaksa FC di Final |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Dalami Tindak Pidana Lain |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
| Kebun Melon SMKN1 Pandak, Ruang Belajar dan Tumbuhnya Harapan Akan Lahirnya Petani Muda Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Full-pedestrian-Malioboro-1-2-Desember.jpg)