Sederet Evaluasi Setelah Dua Hari Uji Coba Malioboro Jogja Full Pedestrian
Menurut evaluasi, jumlah pengunjung Malioboro tetap tinggi, bahkan bertambah, tapi masalah utama muncul dari maraknya parkir liar di sirip
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
"Jumlah orangnya banyak, tapi blonjone berkurang pada saat full pedestrian. Apa karena gara-gara enggak bawa kendaraan, terus belanjanya sedikit? Nah, itu yang kita pelajari," katanya.
Namun, Wali Kota pun mengapresiasi sejumlah gebrakan yang dilakukan para pemilik toko supaya komoditasnya menarik antusiasme pelancong.
Salah satunya, dengan menggulirkan program promo berwujud doorprize atau hadiah, untuk pembeli dengan nominal belanja tertentu.
"Jadi, kalau beli, mungkin kalau beli apa begitu, dapat hadiah. Nah, (fenomena) ini mau saya evaluasi. Besok pagi ya, nanti besok pagi saya evaluasi lagi," pungkasnya.
Macet bukan berarti gagal
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan kemacetan pada hari-hari awal penerapan skema baru tersebut memang tidak dapat dihindari.
Menurut dia, perubahan mendadak dari pola pedestrian terbatas ke pedestrian 24 jam memicu penyesuaian besar di lapangan.
“Pedestrian biasanya pukul 17.00–22.00, tiba-tiba 24 jam. Pasti terjadi sesuatu, kemacetan dan sebagainya,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut terjadi bukan hanya karena masyarakat belum siap, tetapi juga karena sosialisasi dari pemerintah belum dilakukan secara maksimal.
“Kurang siap dari masyarakat maupun dari kita yang memberi informasi. Harusnya dari sebulan sebelumnya sudah woro-woro, yang boleh melintas apa saja, lalu dibuat rekayasa. Ketika ditutup, arus lalu lintas seperti apa,” katanya.
Meski demikian, Made menilai kemacetan dua hari ini tidak bisa dijadikan indikator bahwa skema pedestrian penuh akan gagal.
Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan dalam jangka lebih panjang agar penataan dapat berjalan beriringan.
“Malam Minggu dan Minggu, jalan Pasar Kembang juga macet, tapi tidak ada yang complain. Maka penting untuk berkolaborasi tidak hanya pemerintah daerah, tapi semua pihak yang bersinggungan. Agar sama-sama nyaman semuanya,” ungkapnya.
Ia menilai uji coba perlu dilakukan lebih sering agar masyarakat memiliki cukup waktu beradaptasi.
“Ketidaksiapan karena kita belum terbiasa, itu belum menjadi habbit kita. Kalau sudah berjalan dalam kurun waktu tertentu akhirnya juga akan nyaman,” kata dia.
Respons warga beragam
Uji coba pedestrianisasi kembali menunjukkan respons warga yang beragam.
| Roadshow ANTARIKSA UNISA Yogyakarta Edukasi Bahaya Judi Online di SMAN 1 Sedayu |
|
|---|
| Ambisi Sempurnakan Musim, PSS Sleman Siap Tempur Lawan Garudayaksa FC di Final |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Dalami Tindak Pidana Lain |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
| Kebun Melon SMKN1 Pandak, Ruang Belajar dan Tumbuhnya Harapan Akan Lahirnya Petani Muda Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Full-pedestrian-Malioboro-1-2-Desember.jpg)