Karya Limbah Kaca Ivan Bestari Menembus Panggung Seni Internasional

Ivan berharap dapat membangkitkan kembali minat masyarakat Indonesia untuk mengolah limbah kaca menjadi karya seni

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
(MG Axel Sabina Rachel Rambing)
Ivan Bestari Minar Pradipta (42), seniman asal Yogyakarta yang memanfaatkan limbah kaca botol bekas untuk berkarya. 

Salah satu aliran patungnya yang khas adalah Net Working, di mana ia menganyam jaring-jaring kaca tipis yang dibentuk menyerupai objek alam seperti akar pohon, dedaunan, hingga berbagai jenis serangga (seperti semut dan belalang).

kaca serangga ivan
Karya seni model serangga dari limbah kaca buatan Ivan Bestari, di Studio Otakatik Creative, Pakuncen, Yogyakarta.

Seluruh warnanya dihasilkan dari peleburan kaca limbah.

Menembus Batas Seni Kaca Indonesia

Pada tahun 2012, Ivan mengunggah karyanya ke web galeri online dan mendapatkan respons luar biasa, termasuk ditampilkan di frontpage situs tersebut, yang memicu semangatnya untuk terus berkarya.

Ivan diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran dan demo langsung (live demo) flameworking di tingkat nasional dan internasional.

Karyanya telah melanglang buana, dipamerkan di Surabaya, Jakarta, Singapura, hingga Saint Petersburg, Rusia pada 2016.

Ia juga pernah diundang ke Istanbul, Turki, dalam rangka International Year of Glass PBB dan berkolaborasi dengan seniman kaca mancanegara seperti Hannah Gibson dari Inggris. 

Pengalaman berinteraksi dengan seniman kaca dari berbagai negara seperti master pembuat serangga dari Amerika bernama Wesley Fleming dan seniman Turki bernama Serbay memberikannya ilmu baru, termasuk soal teknis pengepakan karya agar utuh sampai tujuan.

Di Indonesia, Ivan sempat tidak percaya diri menyebut dirinya sebagai seniman kaca karena seni kaca yang umum dikenal adalah kaca patri atau lukis kaca, bukan anyaman kaca dari limbah seperti karyanya.

Atas dasar keprihatinan terhadap minimnya ruang kreatif dan masalah limbah kaca di Indonesia, Ivan menggagas dan menyelenggarakan Indonesia Glass Art Festival (IGAF) pada tahun 2022, yang terdaftar sebagai acara dalam kalender International Year of Glass (IYOG) PBB. 

Melalui inisiatif ini dan karyanya yang mendunia, Ivan berharap dapat membangkitkan kembali minat masyarakat Indonesia untuk mengolah limbah kaca menjadi karya seni. (MG|Axel Sabina Rachel Rambing).

Baca juga: Seniman Asal Yogya dan London Berkolaborasi Mengolah Limbah Kaca

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved