Dukung Program Tiga Juta Rumah di DIY, KPP DIY Mulai Disalurkan
Menteri PKP, Maruarar Sirait, merasa senang karena banyak masalah perumahan rakyat di Yogyakarta bisa diselesaikan.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Untuk menopang upaya tersebut, BTN telah melakukan beberapa langkah strategis, yakni di antaranya pelatihan intensif tenaga pemasaran (sales force) mengenai fitur, skema dan manfaat KPP agar mampu menjelaskan secara tepat kepada masyarakat.
Kemudian, integrasi sistem digital untuk mempercepat proses pengajuan dan verifikasi data. Lalu, BTN melakukan kolaborasi lintas divisi, terutama antara unit KPR, KUR, dan pembiayaan perumahan untuk memastikan pendekatan yang terpadu.
Selain itu, kata Hermita, BTN menawarkan program insentif dan monitoring kinerja sales agar penyaluran lebih efektif. Saat ini BTN menawarkan suku bunga yang menarik untuk program KPP hanya sekitar 5,99 persen hingga Desember 2025.
“BTN juga memperkuat jaringan dengan pemerintah daerah, asosiasi pengembang, dan koperasi perumahan untuk memperluas basis penerima KPP,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, merasa senang karena banyak masalah perumahan rakyat di Yogyakarta bisa diselesaikan.
Misalnya UMKM butuh tambahan modal bisa diselesaikan oleh Bank BTN dan Bank BPD DIY.
"Masalah menyangkut developer dan kontraktor bisa diselesaikan. Bank BPD DIY juga diharapkan membuka counter pelayanan agar rakyat dibuat mudah dan cepat," imbuh Ara.
Ara menuturkan masalah bunga juga terselesaikan dengan bisa memberikan bunga kompetitif sehingga UMKM, developer dan kontraktor bisa merasakan program yang sebelumnya belum ada.
"Mereka bisa meminjam sampai Rp20 miliar. Jadi tidak harus lahir orang kaya baru tapi pengusaha UMKM yang lahir dari Yogyakarta," imbuh Ara.
"Kita jangan bangga menjadi penerima bansos yang terus meningkat. Kita harus bangga kalau ada kelas bawah atau menengah bisa naik kelas lahir dari proses pembangunan dan program ini. Itu yang harus dilakukan," ungkap Ara.
Sementara itu, Staff Khusus Kepresidenan Muhammad Qadari mengatakan pembangunan rumah subsidi pada tahun sebelumnya mencapai 200 ribu dan saat ini mencapai 350 ribu. Sedangkan perbaikan perumahan mencapai 400 ribu unit.
"Kami bersama Pak Ara melihat langsung penyaluran FPLP di Banyumas secara langsung. Program ini tidak hanya mengandalkan dana APBN namun CSR. Diharapkan program ini bisa meningkat menjadi 700 ribu sampai 1 juta dan industri properti bisa menjadi penopang ekonomi nasional.
Qodari menambahkan pada hari ini di Jogjakarta telah bagaimana jurus ekosistem untuk membangun perumahan dan untuk menyelesaikan masalah-masalah perumahan dipraktekan dan ditunjukkan oleh Mentarei Ara.
"Langsung di depan Pak Wagub dan para Bupati dan Wali Kota ya. Ekosistem itu didalamnya ada pengembang, ada perbankan, ada developer, ada toko bangunan, ada masyarakat yang akan membeli rumah. Itu satu. Yang kedua, sekaligus pada hari ini Pak Ara buka praktek. Klinik, klinik apa? Klinik perumahan."
Hal terpenting, kata Qadari menyelesaikan masalah-masalah perumahan. Bahkan, ada komunikasi langsung antara perbankan dengan calon konsumen dan berjanjian.
| Cerita Adik Ipar Dr Sardjito Tak Berani Buka Lima Almari Peninggalan Kakaknya Selama 46 Tahun |
|
|---|
| Rumah Pahlawan Nasional Prof dr Sardjito di Jogja Dijual, Ahli Waris Berharap Dibeli UGM |
|
|---|
| Polisi Ungkap Kronologi Istri Iris Leher Suami, Tertangkap karena Driver Bingung |
|
|---|
| Breaking News: Seorang Istri Asal Karanganyar Nekat Iris Leher Suami di Losmen Parangtritis |
|
|---|
| Wali Kota Magelang Bantu Korban Rumah Roboh Akibat Tertimpa Pohon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/KPP-di-Universitas-Muhammadiyah-Yogyakarta.jpg)