Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Gunungkidul Petakan Wilayah Rawan Bencana
Daerah rawan tanah longsor banyak ditemukan di zona utara, mencakup Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- BPBD Gunungkidul petakan wilayah rawan bencana untuk hadapi cuaca ekstrem hidrometeorologi.
- Rawan banjir: sepanjang aliran Kali Oya serta beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
- Rawan longsor: zona utara, mencakup Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong.
- Angin kencang: hampir di seluruh wilayah Gunungkidul
- Sebagai langkah mitigasi, BPBD pun terus memperluas jaringan Kalurahan Tangguh Bencana (Katana).
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul memetakan wilayah rawan bencana untuk memperkuat upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem hidrometeorologi.
Pemetaan dilakukan berdasarkan karakteristik dan potensi ancaman di setiap kapanewon.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan hasil pemetaan menunjukkan potensi bencana di Gunungkidul cukup beragam. Untuk banjir, wilayah rawan berada di sepanjang aliran Kali Oya serta beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
Adapun tanah longsor banyak ditemukan di zona utara, mencakup Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong.
“Sementara potensi angin kencang dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Gunungkidul,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Menurut Purwono, hasil pemetaan ini juga menjadi dasar dalam penyusunan rencana kontinjensi dan langkah kesiapsiagaan di setiap wilayah.
BPBD bekerja sama dengan pemerintah kalurahan, TNI, Polri, serta relawan lokal untuk memastikan penanganan bencana bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
“Dengan peta risiko yang jelas, kami bisa menentukan titik prioritas untuk penempatan logistik dan sumber daya, termasuk jalur evakuasi serta lokasi pengungsian,” ucapnya.
Tangguh bencana
Sebagai langkah mitigasi, BPBD pun terus memperluas jaringan Kalurahan Tangguh Bencana (Katana).
Tahun ini, dua kalurahan baru ditetapkan, yakni Jetis di Kapanewon Saptosari dan Grogol di Kapanewon Paliyan, sehingga total ada 89 kalurahan berstatus Katana dari 144 kalurahan di Gunungkidul.
Sub Koordinator Kelompok Subtansi Pencegahan Bencana, Agus Wibawa Arifianto, menjelaskan pembentukan kalurahan tangguh disesuaikan dengan hasil pemetaan risiko di masing-masing wilayah.
Sebelum ditetapkan, masyarakat dibekali pelatihan seperti gladi bersih dan gladi lapangan untuk menghadapi situasi darurat.
“Dengan adanya kalurahan tangguh bencana, diharapkan penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif,” urainya (ndg)
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| Kasus Kematian Akibat Leptospirosis di Gunungkidul Naik 500 Persen di Awal 2026 Ini |
|
|---|
| El Nino Mengancam, Kerentanan Lahan Pertanian di Gunungkidul Jadi Atensi Utama DIY |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mimpi-melihat-hujan-akan-mendapatkan-kedamaian-di-masa-depan.jpg)