Kata Sri Sultan HB X Tanggapi Keracunan MBG yang Kembali Berulang
Menurut Sri Sultan HB X, lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan menjadi salah satu faktor pemicu insiden keracunan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Endah menyebutkan, dari ratusan siswa yang memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan RSUD, sebagian masih harus menjalani perawatan.
“Untuk sementara datanya itu dan sudah dirawat dan ditangani, mohon doanya. Masih ada yang dirawat di rumah sakit sampai sekarang,” katanya.
Pemanggilan kepala dapur MBG diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan program, termasuk mekanisme pengawasan dan pemeriksaan bahan makanan.
Evaluasi juga akan menyoroti prosedur kebersihan, rantai penyimpanan, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Kasus dugaan keracunan massal di Kapanewon Saptosari sebelumnya menimpa ratusan siswa dari dua sekolah negeri.
Mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah menyantap hidangan program MBG.
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan serta instansi terkait kini tengah menelusuri penyebab pasti kejadian tersebut.
Endah menegaskan, keselamatan siswa dan kualitas makanan menjadi prioritas utama.
Ia berjanji evaluasi program MBG akan dilakukan secara terbuka dan komprehensif, agar manfaat program tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan pangan.
Update Data Korban
Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, masih terus ditangani oleh tim kesehatan.
Hingga Kamis (30/10/2025) pagi, satu pasien dilaporkan masih menjalani perawatan inap di RS Saptosari, sementara empat lainnya masih dalam observasi di instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit yang sama.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, memaparkan rincian update terkini para korban:
- Total ada 45 pasien yang sempat mendapatkan penanganan medis di RS Saptosari sejak Rabu (29/10/2025).
- 40 pasien di antaranya dirawat jalan dan langsung diperbolehkan pulang.
- Satu pasien harus dirawat inap dan kondisinya sudah membaik
- Empat pasien lainnya masih diobservasi karena mengalami gejala mual, pusing dan diare
Ia menambahkan, belum ada laporan tambahan pasien baru yang datang ke fasilitas kesehatan, pada Kamis kemarin.
Puskesmas Saptosari juga melaporkan kondisi sudah terkendali dan tidak ada tambahan kasus baru.
“Untuk di Puskesmas Saptosari hingga pagi ini tidak ada tambahan pasien yang mendapatkan penanganan medis. Kami tetap memantau situasi di lapangan bersama petugas puskesmas,” kata Ismono.
( tribunjogja.com )
Sri Sultan HB X
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Meaningful
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
keracunan
| Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Senin 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi SIM Keliling dan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Senin 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Senin 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Kata-kata Van Gastel usai PSIM Yogyakarta Akhiri Puasa Kemenangan |
|
|---|
| Belasan Warga di Pengasih Kulon Progo Dilaporkan Keracunan, Diduga Akibat Nasi Kenduri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-HB-X-23102025.jpg)