Status Siaga Darurat DIY Belum Terbit, BPBD Ingatkan Potensi Longsor hingga Pohon Tumbang

Menurut Noviar, wilayah Yogyakarta telah memasuki masa berisiko tinggi terhadap hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad. 

Dengan demikian, kegiatan tanggap darurat tidak akan terganggu oleh keterbatasan alokasi dalam anggaran rutin tahunan.

Terkait dengan bantuan bronjong di beberapa daerah yang sebelumnya dianggarkan, BPBD DIY memastikan bahwa pelaksanaannya belum tuntas karena keterbatasan stok.

Pengadaan bronjong baru akan dilakukan kembali dengan memanfaatkan dana BTT jika terjadi bencana.

“Belum semuanya terlaksana, karena realisasinya sesuai jumlah stok yang ada. Sekarang stok kita kosong. Nanti kalau terjadi bencana, maka kita akses dana BTT untuk pembelian bronjong,” ujarnya.

Tahun lalu, menurut Noviar, pengadaan bronjong mencapai nilai sekitar Rp 500 juta, namun saat ini sudah habis terpakai.

“Kemarin juga dari BBWSO sudah mengestimasi sekitar 3.500 unit. Tapi itu nanti kita aksesnya melalui BTT. Jadi ketika ada bencana dan ada kebutuhan bronjong, kita langsung minta BPBD untuk membelikan bronjong sesuai kebutuhan penanganan bencana,” katanya.

Selain dana BTT, BPBD DIY juga telah menganggarkan pengadaan sarana dan prasarana kebencanaan untuk 15 Kelompok Penanggulangan Bencana (Kelpana) pada tahun anggaran 2026.

Program ini merupakan lanjutan dari pengadaan yang telah berjalan sejak tahun 2023.

“Ada, jadi setiap Kelpana itu ada sekitar 15 kelompok. Nanti di tahun 2026 kita anggarkan untuk pembelian sarana-prasarana berupa alat kerja bakti, perlengkapan pengungsian, termasuk chainsaw dan lain-lain,” terang Noviar.

Program ini mencakup seluruh wilayah DIY. Hingga kini, terdapat 358 Kelpana aktif yang tersebar di lima kabupaten/kota.

“Ya, di seluruh DIY. Sebelumnya juga sudah ada yang kita distribusikan di tahun 2023, 2024, dan 2025,” ujarnya.

“Untuk tahap 2026 nanti, jumlahnya 15 Kelpana. Setiap tahun memang ada yang kita berikan,” lanjutnya.

Bantuan diberikan dalam bentuk peralatan fisik, bukan uang tunai.

“Bantuan itu berupa peralatan, seperti cangkul, angkong, linggis, chainsaw, gergaji, tenda, mantel, dan sebagainya. Totalnya ada sekitar 13 jenis peralatan,” jelasnya.

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lereng, bantaran sungai, dan kawasan rawan pohon tumbang.

Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025, dengan potensi peningkatan curah hujan di atas normal. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved