Pemda DIY

Pemda DIY Raih Dua Prestasi, Sri Sultan: Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Pemda DIY menerima penghargaan Provinsi Terbaik II dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Tribun Jogja
APRESIASI - Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima plakat penghargaan untuk Pemda DIY dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali, di Hotel Marriott Yogyakarta, Sleman, Kamis (4/6/2026) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menorehkan catatan positif dengan berhasil menjadi Provinsi Terbaik II pada dua kategori berbeda, yaitu Pengendalian Inflasi dan Penurunan Tingkat Pengangguran. 

Meski begitu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat memberikan sambutan di acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali, di Hotel Marriott Yogyakarta, Sleman, Kamis (4/6/2026) malam. 

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjadi ajang penilaian sekaligus pemberian apresiasi kepada pemerintah daerah dari tingkat provinsi, kota, hingga kabupaten yang menunjukkan kinerja terbaik dalam berbagai indikator pembangunan daerah.

“Prestasi adalah titik pijak, bukan titik akhir. Penghargaan malam ini bukan penanda berakhirnya tugas, melainkan penegasan bahwa tanggung jawab yang lebih besar sedang menanti,” ujar Sri Sultan dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026). 

Menurut Sri Sultan, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan sekadar pada penghargaan yang berhasil diraih, melainkan kesejahteraan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Sebab, pada akhirnya ukuran terdalam dari prestasi pemerintahan tidak berhenti pada piagam penghargaan. Melainkan pada harga yang lebih terkendali, kesempatan kerja yang lebih terbuka, kemiskinan yang semakin berkurang, dan anak-anak yang tumbuh lebih sehat,” tegas Sultan. 

Pengabdian

Melalui program tersebut, Sri Sultan berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia dapat termotivasi, bahwa di tengah berbagai keterbatasan dan kompleksitas tantangan, pengabdian kepada rakyat tetap dapat menghasilkan prestasi. 

Mengingat, tata kelola pemerintahan yang terstruktur dengan baik merupakan investasi jangka panjang yang akan meninggalkan bermanfaat bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan, perlombaan antardaerah tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni penurunan tingkat pengangguran, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan dan stunting, serta creative financing. 

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pemenang, dengan rincian Rp3 miliar untuk juara pertama, Rp2 miliar untuk juara kedua, dan Rp1 miliar untuk juara ketiga. 

Pada gelaran tersebut, Kabupaten Sleman turut berhasil meraih penghargaan kabupaten terbaik kedua pada kategori Creative Financing tingkat kabupaten. 

Selain itu, Kabupaten Kulon Progo meraih predikat terbaik kedua pada kategori penurunan tingkat pengangguran.

Tantangan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved