Sleman Waspada Lonjakan Ispa, Dinkes Catat 94.017 Kasus Sepanjang 2025
Angka kasus Ispa ini mengalami peningkatan signifikan, terutama pada periode peralihan musim
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Yakni cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Memakai masker dan menjaga jarak.
"Kemudian bagaimana makan dengan gizi seimbang. Jika kita sehat, saya kira nanti aman. Tidak terkena ispa," kata Cahya.
Lebih lanjut, Mantan Direktur RSUD Sleman ini berharap cita mas jajar kembali mulai ditingkatkan di sekolah-sekolah.
Artinya, tempat cuci tangan kembali disiapkan. Berikutnya anak anak dipastikan harus mendapatkan gizi yang cukup.
Jika ada MBG, maka menu yang disajikan diharuskan dikonsumsi untuk menambah asupan gizi.
Apabila ada anak yang sakit dengan penyakit menular maka sebaiknya diberikan cuti sakit.
"Supaya tidak menulari yang lain. Kalau terkait fasilitas kesehatan kami siap. Artinya di Puskesmas dan rumah sakit siap dengan penangan untuk pengobatannya," ujar dia.(*)
| Program Beasiswa Sleman Pintar Gandeng 34 Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Ada Warga Sempat Suspek, Dinkes Sleman Perketat Kewaspadaan Hantavirus |
|
|---|
| Pemkab Sleman Larang Buang Limbah Jeroan dan Darah Hewan Kurban ke Sungai |
|
|---|
| Calon Sekda Sleman Mengerucut Tiga Nama, Tinggal Tunggu Restu Sri Sultan HB X |
|
|---|
| Ancaman El Nino di DIY: Dinkes Waspadai ISPA, Penurunan Gizi, hingga Stunting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinkes-Sleman-Cahya-Purnama-28102025.jpg)