Pemenuhan Gizi Seimbang pada Anak Usia Dini Bisa Hindarkan Stunting
Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang sejak usia dini
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia dini, tim pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Indramayu (Polindra) melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk Edukasi Pemberian Gizi Seimbang untuk Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini di TK Sejahtera, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan ini dilaksanakan Senin, (1/9/2025) dan diikuti oleh para guru, orang tua siswa, serta tenaga pendidik di lingkungan TK Sejahtera.
Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang sejak dini guna mencegah risiko stunting, masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua pelaksana kegiatan, Sari Artauli Lumban Toruan, M.Biomed dari Politeknik Indramayu menjelaskan materi edukasi mencakup pemahaman dasar tentang stunting, penyebab dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak, serta contoh pola makan seimbang sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia dini.
Selain itu, para peserta juga diperkenalkan pada praktik sederhana penyusunan menu harian yang bernutrisi dan terjangkau.
Dalam sesi praktik, tim pengabdian memperagakan cara menyusun makanan dengan prinsip Isi Piringku”sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, yang mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah dalam proporsi seimbang.
Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan serta partisipasi aktif dalam diskusi kelompok.
Ia mengatakan edukasi semacam ini sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.
“Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari para orang tua dan pendidik. Melalui kegiatan ini, kami berharap terjadi peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku dalam hal pemberian gizi kepada anak-anak,” ujarnya.
Kepala TK Sejahtera, Leni Marlina, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya edukasi ini. Para orang tua menjadi lebih paham bagaimana memberikan makanan yang tepat untuk tumbuh kembang anak. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi kepada masyarakat dalam rangka mendukung program nasional penurunan angka stunting.
Dengan sinergi antara dunia pendidikan, kesehatan, dan masyarakat, diharapkan generasi Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan cerdas sejak usia dini. (*)
| Demi Atasi Stunting, DPC PDIP Kota Yogyakarta Dukung Alokasi Danais Rp120 Juta per Kelurahan |
|
|---|
| Eko Suwanto Sebut BKK Danais Rp41 Miliar untuk Kota Yogyakarta, Atasi Stunting dan Sampah |
|
|---|
| Akan Ada 1 SPPG Khusus 3B, Dinkes Kulon Progo Minta Dilibatkan untuk MBG Kelompok Rentan |
|
|---|
| Tekan Prevalensi Stunting DIY, Integrasi Program MBG dan Lumbung Mataraman Digodog |
|
|---|
| Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gizi-seimbang-cegah-stunting.jpg)