Potensi Pengurangan Danais 2026, Sejumlah Program Kegiatan di Bantul Akan Dikurangi
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pun telah disarankan untuk menggunaakan Danais sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan mengurangi beberapa program kegiatan dikarenakan ada potensi pengurangan Dana Keistimewaan (Danais) pada tahun 2026.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pun telah disarankan untuk menggunaakan Danais sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk melakukan pengurangan kegiatan.
Sayangnya, ia tidak membeberkan secara rinci, kegiatan yang akan dikurangi pada tahun 2026.
"Kan penggunaan Danais itu sudah ada kriterianya. Yang enggak boleh apa, yang boleh apa. Yang negatif list, pasti enggak boleh. Jadi, ada semacam honor-honor (anggaran untuk narasumber) dan perjalanan sementara ini, kita hilangkan dulu," katanya, Minggu (31/8/2025).
Dikatakannya, sejumlah kegiatan yang akan diusulkan untuk mendapatkan anggaran Danais tahun 2026 telah dibuat sesuai pencermatan bersama perangkat daerah.
Baca juga: DPR RI Komitmen Jaga Demokrasi Saat Rapat dengan Bawaslu Bantul
Lalu, secara sekilas, poin-poin yang akan diajukan sudah disampaikan kepada Paniradya Kaistimewan.
"Jadi, kemarin hasil pencermatan sudah istilahnya dibijekke ke Paniradya, cuma hasil akhirnya belum. Karena, misalnya, dari sekian miliar, menjadi sekian miliar sudah disepakati atau belum atau kah mungkin nanti harus ditunda, jadi harus dikurangi lagi," papar Ari.
Adapun kegiatan yang bisa dilakukan dengan anggaran Danais, kata Ari, terdiri atas empat urusan berupa bidang pertanahan, kelembagaan, tata ruang, serta kebudayaan.
Empat bidang tersebut menjadi bagian utama untuk melestarikan dan mengembangkan keistimewaan DIY.
"Makanya, dalam pencermatan kemarin OPD yang mencakup empat bidang itu sudah kami undang untuk berdiskusi. Jadi, yang kebudayaan, perangkat daerahnya mana saja, kebutuhannya apa saja. Itu sudah kami susun kemarin," jelasnya.
Budi menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan bertemu dengan Paniradya Kaistimewan untuk menyampaikan hasil final kegiatan yang akan diusulkan guna mendapat anggaran Danais 2026.
"Setelah ada hasil yang disepakati, mana saja yang perlu dan tidak perlu disesuaikan lagi. Setelah itu kan baru ada berita acara," tutup dia. (*)
Pemda DIY Perlu Efisiensi dan Genjot PAD untuk Siasati Pemangkasan Danais 2026 |
![]() |
---|
Danais Dorong Reformasi Kalurahan, 45 Desa Mandiri Budaya Tumbuh di DIY |
![]() |
---|
75 Lurah di Bantul Akan Ikuti Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan |
![]() |
---|
Aktivasi IKD di Bantul Capai 19,76 persen, DPRD dan Disdukcapil Gencarkan Sosialisasi |
![]() |
---|
Pemkab Bantul Catat Sekitar 3000 Tenaga Honorer Berpotensi Jadi PPPK Paruh Waktu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.