Pemda DIY Perlu Efisiensi dan Genjot PAD untuk Siasati Pemangkasan Danais 2026

Menurut Pengamat Ekonomi, Edy Suwandi Hamid, Danais cukup signifikan dalam mendorong pembangunan di DIY.

Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari
PANGKAS: Foto dok ilustrasi Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja. Sebagai daerah istimewa, DIY mendapat danais namun pada 2026 bakal terjadi pemangkasan oleh pemerintah pusat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dana Keistimewaan (Danais) DIY dipangkas 50 persen pada tahun 2026 menjadi Rp 500 miliar. 

Menurut Pengamat Ekonomi, Edy Suwandi Hamid, Danais cukup signifikan dalam mendorong pembangunan di DIY.

Pemangkasan tersebut pasti mengganggu berbagai perencanaan pembangunan di DIY. Khususnya bagi program-program yang sebagian didanai oleh Danais.

Ia menyebut Danais 2026 menjadi Danais terkecil kedua sejak diluncurkan pada 2013.

Pada tahun 2013, Danais yang diterima DIY sebesar Rp 231,39 miliar. Kemudian tahun 2014 meningkat dua kali lipat sebesar Rp 532,87 miliar. 

Danais terus meningkat, mencapai Rp 1,2 triliun pada 2019, kemudian bertahan di angka Rp 1,32 triliun pada 2020–2022. Pada 2023 dan 2024, nilainya naik menjadi Rp 1,42 triliun,  dan pada 2025 turun menjadi Rp 1,2 triliun.

"Ini (Danais) penurunan yang terus berlanjut sejak 2023. Namun Jika tahun 2026 betul menurun Rp 500 miliar, maka ini perubahan yang terbesar sepanjang sejarah Danais. Ini juga merupakan Danais terkecil kedua sejak diluncurkan 2013," katanya, Rabu (27/08/2025).

Rektor Universitas Widya Mataram tersebut melanjutkan pemangkasan Danais 2026 juga memaksa Pemda DIY melakukan efisiensi.

Pemda DIY harus melakukan pemetaan program-program dan menyusun skala prioritas, antara program yang dihentikan, ditunda, maupun yang terus berjalan.

"Mau tidak mau efisiensi harus ditingkatkan, setiap rupiah yang ada harus digunakan seefisien dan seefektif mungkin. Tidak ada pemborosan, apalagi penyalahgunaan dana," lanjutnya.

Selain efisiensi, Pemda DIY juga perlu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD dilakukan untuk menambal dampak pemangkasan Danais

"Ini (peningkatan PAD) harus dilakukan walau tidak mudah, di tengah ekonomi sulit saat ini," pungkasnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved