Pengawas Dinkes Sleman Sebut Aspek Penyebab Keracunan MBG di Berbah: Makanan Tidak Segera Dimakan

Dugaan awal, salah satu faktor penyebab keracunan MBG di Berbah Sleman karena makanan yang telah diterima tidak segera dikonsumsi. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
SISWA KERACUNAN MBG: Foto dok ilustrasi gapura masuk ke SMPN 3 Berbah. Ratusan siswa SMP ini keracunan diduga akibat MBG. 

Namun terkadang ada yang mengonsumsinya lewat dari 6 jam.

Padahal sudah ada anjuran, makanan sebaiknya dikonsumsi jam berapa setelah diterima. Adapun terkait mengapa tidak semua siswa bergejala, Cahya, belum bisa memastikan penyebabnya.

Namun ia menduga, siswa yang tidak bergejala, kemungkinan tidak ikut makan. 

"Atau hanya sebagian siswa yang mengonsumsi menu yang diduga terkontaminasi," kata dia. 

Penyelidikan Epidemiologi 

Cahya mengungkapkan, dalam peristiwa dugaan keracunan MBG di SMPN 3 Berbah, selain mengambil sampel makanan, pihaknya juga melakukan penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kemungkinan terjadinya keracunan pangan tersebut. 

Menurut dia,  ada SOP tersendiri ketika menangani kasus dugaan keracunan pangan. Ketika ada laporan, Dinas Kesehatan akan langsung mendatangi lokasi.

Tim pelayanan kesehatan bertugas mengevakuasi para pasien untuk diberi pertolongan melalui pengobatan awal.

Sedangkan tim Farmakmin bertugas melacak kemungkinan penyebab terjadinya keracunan, dengan penyelidikan epidemiologi. 

"Jadi begitu kami datang lokasi, kami langsung intervensi lingkungan, dilihat airnya. Kemudian ambil sampel makanan. Lalu mendeteksi sebaran makanannya kemana saja, ini untuk antisipasi, kemungkinan ada perluasan kasus. Setelahnya, kami akan memberikan rekomendasi agar tidak terulang lagi," kata dia.(*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved