Pengawas Dinkes Sleman Sebut Aspek Penyebab Keracunan MBG di Berbah: Makanan Tidak Segera Dimakan

Dugaan awal, salah satu faktor penyebab keracunan MBG di Berbah Sleman karena makanan yang telah diterima tidak segera dikonsumsi. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
SISWA KERACUNAN MBG: Foto dok ilustrasi gapura masuk ke SMPN 3 Berbah. Ratusan siswa SMP ini keracunan diduga akibat MBG. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan siswa SMPN 3 Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta mengalami gejala mual pusing hingga diare setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

Penyebab dugaan keracunan MBG ini masih diinvestigasi.

Tidak segera dimakan

Namun dugaan awal, salah satu faktor penyebab keracunan MBG di Berbah Sleman karena makanan yang telah diterima tidak segera dikonsumsi. 

"Faktor kemungkinan kan banyak sekali. Mengapa lokasinya hanya di SMP itu. Nah kebetulan kemarin dari hasil wawancara memang ada jeda waktu, dari makanan diterima dan dimakan cukup panjang," kata Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Gunanto, Kamis (28/8/2025). 

Makanan sebaiknya dikonsumsi 4 jam setelah dimasak. Namun, kata Gunanto, berdasarakan hasil wawancara, menu MBG yang diterima di SMPN 3 Berbah saat itu sekira pukul 07.30 WIB.

Makanan yang sudah diterima tersebut seharusnya dimakan pada pukul 09.00 WIB tetapi baru dikonsumsi 12.00 siang.

Pengawas dari Dinkes Sleman: Sekolah tidak prosedural

Hal ini sekaligus menjawab spekulasi pertanyaan mengapa di sekolah lain dengan menu yang sama, namun tidak bergejala. 

"Kenapa hanya di situ, mungkin karena di tempat lain sesuai dengan anjuran dimakan. Ini salah satu aspek. Maaf nggih, bukan mencari siapa yang salah namun kewaspadaannya semua lini. Memang dari SPPG mungkin sudah bagus, tapi maaf sekolah sendiri yang tidak prosedural sehingga melewati batas yang dianjurkan," ujar dia. 

Terdapat 137 orang, terdiri dari 135 siswa dan 2 guru di SMPN 3 Berbah yang mengalami gejala keracunan pada Rabu (27/8) kemarin.

Penyebab keracunan masih dalam pemeriksaan, namun diduga kuat akibat sehari sebelumnya bersama sama mengonsumsi MBG dengan menu nasi kuning, telur dadar, abon, tempe kering, timun dan jeruk. 

Para siswa dan guru bergejala mendapatkan penanganan medis di sekolah oleh tenaga medis dari Puskesmas Berbah.

Dalam peristiwa tersebut, mayoritas berhasil ditangani di sekolah. Sedangkan lainnya ada yang dibawa ke RSUD Prambanan 1 orang dan 2 ke Puskesmas Berbah, namun semuanya rawat jalan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengatakan, setelah dimasak, makanan sebaiknya memang segera dikonsumsi sebelum 4 jam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved