Kampus Berdampak, Memperkuat Kontribusi Kemanusiaan

UGM membentuk Emergency Response Unit sebagai bentuk tanggung jawab institusional terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Sebanyak 8.038 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) yang terdiri atas 287 unit akan diterjunkan di 35 provinsi, 122 kabupaten/kota, dan 236 kecamatan di Indonesia pada 20 Juni hingga pertengahan Agustus mendatang. Penerjunan mahasiswa KKN PPM UGM periode 2 tahun 2025 ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan salah satu persyaratan mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana. 

Inovasi dihadirkan dalam EduTech, melalui penyediaan MOOC di platform LMS eLOK—untuk kalangan internal, dan UGM Online—untuk publik.

EPI yang dapat diakses oleh masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen inklusivitas pengetahuan UGM.

Langkah-langkah strategis ini tidak lain untuk mewujudkan UGM yang merakyat dan inklusif. 

Penguatan ekosistem inovasi berbasis kolaborasi dapat dilakukan melalui video diseminasi pengetahuan, yang efektif dalam menyebarkan informasi, menginspirasi kolaborasi lintas disiplin, dan memperkuat integrasi inovasi.

Dengan penyampaian visual yang mudah diakses, ekosistem inovasi dapat berkembang lebih cepat, meningkatkan manfaat inovasi bagi masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif dalam menciptakan solusi berkelanjutan.

“UGM telah merilis 854 video diseminasi pengetahuan dari berbagai kluster di UGM, termasuk 531 video karya dosen yang tersedia di UGM Channel,” paparnya.

Untuk menjamin peningkatan kualitas SDM, UGM selalu memperhatikan bonus demografi. Pada satu sisi bonus demografi merupakan peluang dan modal kemajuan, tetapi pada sisi lain menjadi tantangan, terutama ketika kualitas kesehatan—fisik dan mental, serta berbagai penyakit degeneratif masih menjadi hambatan.

Oleh karena itu, kualitas kesehatan adalah kunci karena menjadi prasyarat absolut lahirnya berbagai inovasi dan pengembangan iptek, yang menjadi pilar penting bagi resiliensi dan kedaulatan bangsa di tengah situasi global yang sangat dinamis.

Rektor Ova menyebutkan sampai sekarang ini jumlah alumni UGM tercatat sebanyak 410.128 orang yang tersebar di berbagai daerah hingga ke manca negara. 

Karya Riset dan Inovasi

Membangun kemandirian universitas berarti juga membangun sebuah pilar kedaulatan bangsa.

Universitas dalam hal ini memiliki peran krusial dan menjadi pusat inovasi teknologi serta hilirisasi riset sebab bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang memiliki kemandirian secara intelektual dan teknologi.

“Kita semua tentu meyakini bahwa riset dan inovasi menjadi elemen sangat penting bagi penguatan posisi pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya. 

Luaran hasil riset, inovasi, dan prototipe produk yang dihasilkan pendidikan tinggi diharapkan mampu menopang kedaulatan bangsa.

Namun, di sisi lain, sebagian besar produk hasil riset pendidikan tinggi di Indonesia belum terpetakan, dan masih menghadapi persoalan sangat besar dalam hal izin produksi dan izin edar pada skala industri.

Pada titik ini keberpihakan negara untuk menciptakan ekosistem inovasi dan hilirisasi menjadi sangat krusial bagi penguatan perguruan tinggi di Indonesia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved