Kampus Berdampak, Memperkuat Kontribusi Kemanusiaan

UGM membentuk Emergency Response Unit sebagai bentuk tanggung jawab institusional terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Sebanyak 8.038 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) yang terdiri atas 287 unit akan diterjunkan di 35 provinsi, 122 kabupaten/kota, dan 236 kecamatan di Indonesia pada 20 Juni hingga pertengahan Agustus mendatang. Penerjunan mahasiswa KKN PPM UGM periode 2 tahun 2025 ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan salah satu persyaratan mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana. 

Rekomendasi tersebut mencakup penyediaan hunian dan kawasan sementara, pemulihan ekonomi serta sosial budaya, hingga pembahasan aspek hukum dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Mengingat dampak bencana yang sangat luas dan masif, keberadaan hunian sementara sebelum transisi menuju hunian tetap menjadi kebutuhan yang sangat krusial.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., pada puncak peringatan Dies Natalis ini, Jumat (19/12/2025), di Grha Sabha Pramana, menyampaikan ungkapan belasungkawa dan simpati mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

“Semoga keluarga terdampak senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, pemulihan yang cepat, serta nantinya lebih kuat,” katanya.

Dikatakan Rektor, UGM turut menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah dengan mengirimkan bantuan ke lokasi bencana, UGM mengembangkan geoportal basis data, melakukan kajian eksisting bencana, menyusun sop dan mitigasi bencana,  menyusun skenario rehabilitasi dan rekonstruksi, melakukan pendampingan psikososial, dan mengelola komunikasi publik terkait mitigasi bencana.

Bahkan untuk memperkuat kontribusi kemanusiaan, UGM juga bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk alumni, filantropis, BRIN, dan pemerintah pusat.

“Berbagai inisiatif tersebut, saat ini diintegrasikan dengan langkah pemerintah pada masa tanggap darurat dan dalam penyusunan roadmap rehabilitasi-rekonstruksi yang dikoordinir oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,”ujarnya. 

Kampus Berdampak

Mengusung tema Dies “Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa” menegaskan Universitas Gadjah Mada dalam menjaga marwah institusi pendidikan tinggi berkomitmen menyediakan ruang pendidikan, serta ekosistem akademik bermutu dan berdampak.

Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab UGM terhadap kemanusiaan, solidaritas kebangsaan, dan mendorong model pembangunan berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim. 

Sebagai kampus berdampak, UGM di tahun 2025 ini berhasil menunjukkan berbagai kontribusi pengembangan di bidang kualitas sumber daya manusia, sosial-kemasyarakatan, dan perekonomian yang menjangkau aneka sektor, mulai dari upaya mendorong kemandirian bahan baku obat dan alat-alat kesehatan, penanganan stunting, TBC, mewujudkan kedaulatan pangan dan transisi energi yang berkeadilan, hingga melakukan adaptasi lingkungan, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan, dan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.

 Dalam berbagai proses tersebut, UGM senantiasa berpegang pada tiga prinsip, yakni merakyat, mandiri, dan berkelanjutan

Sebagai universitas nasional, UGM memegang mandat sosial untuk menyelenggarakan fungsi pendidikan tinggi yang berkualitas serta terjangkau oleh masyarakat.

Untuk menjaga keterjangkauan biaya pendidikan, UGM merancang program beasiswa. Pada tahun 2025 ini, UGM berhasil menggandeng kurang lebih 229 mitra penyedia beasiswa dan menjangkau sekitar 18.617 mahasiswa penerima manfaat. 

Dari sisi kemandirian pembiayaan, UGM juga menggiatkan berbagai program kerja sama di bidang tridarma, pemanfaatan aset, dan pemasukan pendanaan dari unit usaha UGM guna menopang biaya operasional pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk menjamin peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses publik bagi pendidikan, dan penguatan daya saing SDM nasional, UGM merancang Ekosistem Pembelajaran Inovatif (EPI) sebagai wujud transformasi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan masa depan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved