Benarkah AI Dapat Menggantikan Pekerjaan Manusia? Ini Dampak Nyatanya

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi semakin populer dan banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ilustrasi Gambar By AI Gemini
Meskipun ada banyak manfaat, terdapat juga beberapa kekhawatiran tentang penggunaan AI. 

TRIBUNJOGJA.COM - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi semakin populer dan banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. 

Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah digunakan dalam banyak bidang seperti teknologi, bisnis, kesehatan, pendidikan, dan industri kreatif.

Meskipun ada kekhawatiran tentang penggunaan AI, teknologi ini telah membawa banyak manfaat bagi manusia.

Pertama-tama, AI digunakan dalam teknologi dan bisnis untuk membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Dalam bisnis, AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, pengelolaan inventaris, dan memperbaiki pengalaman pelanggan.

Dalam teknologi, AI digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak, membantu dalam pengambilan keputusan, dan mengembangkan robot dan sistem otomatisasi.

Selain itu, AI juga digunakan dalam industri kreatif seperti film, musik, dan game.

Dalam industri film, AI digunakan untuk membuat efek visual yang realistis, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan pengalaman penonton.

Dalam musik, AI digunakan untuk menciptakan lagu yang baru dan unik, serta membantu dalam pengembangan alat musik.

Dalam game, AI digunakan untuk membuat karakter yang cerdas dan menantang, serta membantu dalam pengembangan gameplay yang lebih menarik.

Namun, meskipun ada banyak manfaat, terdapat juga beberapa kekhawatiran tentang penggunaan AI.

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah pengangguran.

Beberapa pekerjaan dapat digantikan oleh robot dan sistem otomatisasi yang menggunakan AI, sehingga dapat mengurangi kesempatan kerja manusia. 

Selain itu, penggunaan AI juga dapat mengancam privasi dan keamanan data, penggunaan AI dalam bidang keamanan siber dapat meningkatkan risiko terhadap kebocoran data dan serangan siber.

Jika kasus penggunaan AI saat ini diperluas ke seluruh sektor perekonomian, Goldman Sachs Research memperkirakan hanya 2,5 persen lapangan kerja di AS yang berisiko tergusur.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved