Curhatan Warga Bantul Merasa Putus Asa Cari Kerja

Kesulitan dalam mencari pekerjaan itu, di antaranya dirasakan oleh Y, warga Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, DI Yogyakarta.

pixabay
Ilustrasi putus asa cari kerja 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah penduduk di Indonesia merasakan susah mencari kerja dan merasa putus asa. Sebab, persyaratan atau spesifikasi pekerjaan saat ini dirasa cukup kompleks. 

Kesulitan dalam mencari pekerjaan itu, di antaranya dirasakan oleh Y, warga Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, DI Yogyakarta.

Sejak 2010, laki-laki berusia 38 tahun itu harus bekerja serabutan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia memilih melaut atau ikut nelayan mencari ikan di kawasan laut selatan Bantul dan diselingi menjaga parkir.

"Jadi, dari dulu cuma ikut-ikut orang gitu. Ya, karena cari kerja susah, persyaratannya banyak. Jadi, saya malas mencari kerjaan lagi," katanya kepada Tribunjogja.com, Rabu (10/12/2025).

Terkait jumlah penghasilan per bulan, Y mengaku tak bisa membeberkannya. Akan tetapi, penghasilan dari kerja srabutan tersebut menurutnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau penghasilan itu ya seadanya. Yang penting cukup untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Y.

Ia berharap kepada pemerintah dan perusahaan swasta agar persyaratan lowongan kerja tidak dibuat sulit dan pekerjaan yang diberikan sesuai bobot dan kemampuan.

"Ya harapan ke pemerintah juga kalau bisa perbanyak lapangan kerja. Karena kalau nganggur-nganggur gitu juga cape," ujar dia.

Sementara itu, berdasarkan data Sakernas pada Februari 2025, terdapat 1,87 juta penduduk Indonesia yang tidak bekerja dan tidak mencari kerja karena putus asa.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved