Genteng Rumah Warga di Gunungkidul Rusak Akibat Serangan Monyet Ekor Panjang

Tidak hanya merusak lahan pertanian, monyet-monyet itu juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas rumah warga.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Dok. Istimewa
SERANGAN MONYET: Foto dok ilustrasi monyet ekor panjang. Monyet ekor panjang di Padukuhan Purwodadi,  Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mulai menyerang rumah warga. 

Dia mengatakan berdasarkan data dan laporan yang masuk ke DLH, monyet ekor panjang berkonflik dengan manusia terjadi hampir di seluruh kapanewon. Terutama, di wilayah Selatan Gunungkidul yang paling banyak ditemukan populasi monyet ekor panjang. 

"Kami terus mencoba memetakan karakteristik dari rekomendasi hasil kajian agar dapat melakukan penanganan lebih terukur dan terarah,"pungkasnya.

Dia mengatakan penanganan konflik manusia dan monyet ekor panjang sudah berjalan selama dua tahunan. Selama kurun waktu tersebut, pihaknya pun sudah melakukan berbagai upaya untuk langkah mitigasi, di antaranya memberi makanan secara langsung hingga
menanam tanaman yang bisa menghasilkan sumber makanan bagi monyet, seperti pohon beringin atau aren.

"Kemudian, mengembalikan pelindungnya yang dimaksud pelindung di sini yaitu pepohonan. Serta, memberikan ruang kepada monyet untuk membentuk ekosistem kembali untuk hidup," tuturnya.

Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan mendasari hasil kajian yang dilakukan UGM yang mana serangan monyet ekor panjang terjadi karena ekosistem yang terusik oleh aktivitas masyarakat atau manusia

"Terjadinya konflik monyet ekor panjang dan masyarakat sudah sekitar 10-15 tahunan. Kami akan berupaya untuk menekan serangan monyet terhadap masyarakat. Dan, tentunya 
perlu ada kerja sama dan komitmen semua pihak untuk mengatasinya," urainya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved