Mas Jos

Bergandengan Tangan dan Bekerja Bersama Mas Jos

Mas Jos. Masyarakat Jogja Olah Sampah. Mengolah,  bukan membuang. Ini sebuah gerakan. Bergandengan tangan dan bekerja bersama Mas Jos.

Editor: ribut raharjo
Tribun Jogja
Mas Jos. Masyarakat Jogja Olah Sampah. Mengolah,  bukan membuang. Ini sebuah gerakan. Bergandengan tangan dan bekerja bersama Mas Jos. 

Orang-orang yang ada di rumah itulah garda terdepan dalam gerakan Mas Jos. Semua bisa mengambil peran. 
Misalnya kampus dalam program Satu Kampung Satu Perguruan Tinggi, tema besar pengabdian mereka adalah persoalan lingkungan dan sampah. 

Kemudian pengusaha, bisa ambil bagian mengelola sampah dari hulunya. Pelaku usaha bisa offtaker magot dalam integrated farming program seperti ternak ayam dan lele. Pelaku usaha mengambil magot dari hasil kelola sampah Mas Jos.

Tak kalah penting adalah peran Bank Sampah. Posisi Bank Sampah ini sangatlah strategis. Sebab, mereka menjadi pihak yang melakukan offtaker barang pilahan masyarakat. Semakin banyak yang disetor ke bank sampah, maka akan menambah untung.

Sudah selayaknya Bank Sampah menjalin langsung hubungan dengan masyarakat pemilah sampah, menjadikan mereka nasabah.

Gerakan ini semakin kuat dengan topangan birokrasi mulai dari Pemerintah Kota Yogyakarta, Kemantren, Kelurahan, RW, RT hingga PKK.

Ketika semua bergandengan tangan dan bekerja bersama Mas Jos, maka hasilnya akan terlihat nyata. Apa itu? Tumpukan sampah di depo akan berkurang. Pengolahan sampah di hilir pun akan semakin mudah.

Dalam gerakan ini, pekerjaan rumah untuk Mantri Kemantren dimulai dengan mendata jumlah sampah dan titik pembuangan sampah. 

Jika angka volume sampah sudah ditemukan, maka tugasnya adalah bagaimana menurunkannya. Ketika volume sampah di depo turun, maka keberhasilan sudah ada dalam genggaman.

Ilustrasinya demikian. Ketika tumpukan sampah yang ada di depo mencapai 8 ton, dan akhirnya tinggal 6 ton, maka itu bisa dibilang berhasil. Namun kalau diberi skor nilainya masih B, karena baru menurunkan 20 persen.

Kemantren Pakualaman sudah membuktikan. Hanya dalam tempo 3 bulan, volume sampah dari 6 ton bisa diturunkan menjadi 2,8 ton. Kini Kemantren Kraton juga bergerak ke arah sana.

Di sini kuncinya adalah sampah menjadi terpilah dan terjadi penurunan volume sampah di depo. 

Muara dari Mas Jos adalah bagaimana sampah terkelola dengan baik, tidak menumpuk di sana-sini, sehingga kota terlihat bersih dan semua merasakan senang dan bahagia. 

Kita mengolah sampah untuk menghadirkan rasa senang dan bahagia, untuk kita dan untuk orang-orang yang datang ke Kota Yogyakarta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved