Tarian Kolosal Dewi Sri Hangrekso Bumi Meriahkan HUT SMP Negeri 1 Bantul
Tari kolosal digelar sebagai bentuk nguri-nguri budaya agar anak-anak tidak hanya suka pada budaya asing, tetapi tetap melestarikan budaya lokal
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bantul menampilkan tarian kolosal Dewi Sri Hangrekso Bumi.
Tarian yang berlangsung sekitar 20 menit itu diikuti oleh sekitar 40 siswa setempat.
Plt Kepala SMP Negeri 1 Bantul, Kusmiyati, mengatakan tari kolosal digelar sebagai bentuk nguri-nguri budaya agar anak-anak tidak hanya suka pada budaya asing, tetapi tetap kenal dan melestarikan budaya lokal.
"Maka, di dalam tarian ini terdapat pakaian tradisional. Harapannya, anak-anak bisa tetap melestarikan budaya lokal," ucap dia, kepada awak media, usai pertunjukan tarian kolosal Dewi Sri Hangrekso Bumi, di lapangan SMP Negeri 1 Bantul, Jumat (1/8/2025) pagi.
Tarian itu mengisahkan perjalanan Dewi Sri Hangrekso Bumi untuk menyuburkan pertanian.
Lalu di tengah perjalanan, Kolopulaswo menginginkan Dewi Sri, namun ditolak.
Akhirnya, Kolopulaswo mengirimkan bala tentara untuk memusnahkan desa yang ditempati Dewi Sri.
Namun Sri Sadono dapat mengalahkan Kolopulaswo.
Maka, Dewi Sri dinobatkan sebagau Dewi Kesuburan dan Tri Sadon meniadi Dewa Kemakmuran.
Baca juga: Bupati Bantul Komitmen Tertibkan Praktik Pertambangan MBLB Ilegal
Kumiyati turut menyampaikan, tarian yang dihadirkan tersebut sebenarnya menjadi bagian untuk memeriahkan pelaksanaan Lustrum ke-14 atau Hari Ulang Tahun ke-70 SMP Negeri 1 Bantul.
"Jadi, kami juga mengadakan berbagai kegiatan antar kelas untuk meningkatkan prestasi siswa, ziarah makam pendiri, lomba solo vokal siswa SD, pemeriksaan kesehatan gratis, upacara, hingga pentas wayang," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menekankan adanya pendidikan karakter dengan nilai kedisiplinan dan kemandirian. Termasuk karakter budaya yang harus terus dilestarikan.
Itu dilakukan karena pihaknya ingin meningkatkan karakter dan prestasi siswa sesuai dengan tema '70 tahun Menuju Langit Harapan.'
Sebab, selama 70 tahun ini pihaknya sudah mengabdi untuk mendidik generasi bangsa dalam mencapai cita-cita.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, memberikan apresiasi semangat merdeka belajar yang telah diimplementasikan di SMP Negeri 1 Bantul melalui konsep merdeka belajar.
| Ratusan Agenda Seni Budaya dan Tradisi Bakal Tersaji di Yogyakarta Sepanjang 2026 Mendatang |
|
|---|
| Malioboro Culture Vibes Warnai Uji Coba Full Pedestrian, Ruas Jalan Disulap Jadi Panggung Budaya |
|
|---|
| Anggaran Terbatas, Pelestarian Seni- Budaya di Sleman Didorong Lewat Kemandirian |
|
|---|
| Magelang Kukuhkan KSBN, Bupati Grengseng: Tantangan Besar Kita Pastikan Anak Muda Cinta Tradisi |
|
|---|
| Rawat Budaya Gotong Royong Warga Melalui '1000 Pesona Lereng Merapi' di Hargobinangun Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tarian-Kolosal-Dewi-Sri-Hangrekso-Bumi.jpg)