Anggaran Terbatas, Pelestarian Seni- Budaya di Sleman Didorong Lewat Kemandirian

Disbud Sleman mendorong  kemandirian dan kepedulian masyarakat agar warisan seni dan budaya di Bumi Sembada tidak punah

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W

Ringkasan Berita:
  • Anggaran program pendanaan pelestarian seni tradisional dan budaya dari pemerintah terbatas.
  • Disbud Sleman mendorong  kemandirian dan kepedulian masyarakat agar warisan seni dan budaya di Bumi Sembada tidak punah. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Upaya pelestarian seni tradisional dan budaya lokal di Kabupaten Sleman menghadapi sejumlah tantangan. Selain minimnya regenerasi, anggaran program pendanaan dari pemerintah juga terbatas, apalagi di tengah kebijakan efisiensi. 

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman mendorong  kemandirian dan kepedulian masyarakat sebagai tulang punggung utama agar warisan seni dan budaya di Bumi Sembada tidak punah. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, anggaran kebudayaan di Kabupaten Sleman beberapa tahun lalu yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) senilai Rp 14 miliar. Akan tetapi tinggal Rp 7,4 miliar tahun ini dan tahun depan alokasinya Rp 8 miliar. Memang ada kenaikan Rp 600 juta namun kondisinya belum pulih dari sebelumnya. 

"Sehingga kami harus memilih skala prioritas yang akan didanai," kata Ishadi, Rabu (26/11/2025). 

Pengaruh kurangnya anggaran

Berkurangnya anggaran sangat berpengaruh terhadap kegiatan seni dan budaya di Sleman. Karena cakupan jangkauan program menjadi lebih sempit. Tidak semua kegiatan seni tradisional di masyarakat bisa dianggarkan. Padahal grup kesenian, seperti merti dusun sebagai upacara adat rutin di masyarakat Sleman jumlahnya sangat banyak. 

Ishadi menilai, anggaran Rp 14 miliar saja belum cukup untuk membiayai seluruh kegiatan seni budaya di Sleman. Apalagi dipangkas menjadi Rp 8 miliar tahun depan. Sebab itu, pihaknya mengedepankan skala prioritas untuk membiayai program kesenian. 

Anggaran yang ada akan dimanfaatkan untuk program prioritas. Antara lain buat pemeliharaan museum, menjaga sastra dan bahasa. Menjaga warisan budaya baik benda maupun tak benda. Dianggarkan pula untuk bangunan cagar budaya yang diusulkan agar mendapatkan penetapan menjadi cagar budaya. Lalu untuk memfasilitasi beragam pentas kesenian. 

"Kita bagi anggarannya sesuai dengan proporsinya," kata Ishadi. 

Mantan Kepala Dispar Kabupaten Sleman ini berharap, tahun 2027 mendatang alokasi Dana Keistimewaan bisa pulih sedia kala. Meskipun, ia menekankan bahwa yang lebih penting selain anggaran adalah kemandirian dan kepedulian masyarakat. Menurut dia, ada dan tidaknya program pendanaan dari pemerintah, kegiatan seni tradisi harus tetap berjalan sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat. 

"Jadi tidak tergantung pada anggaran dana keistimewaan. Masyarakat harus peduli, karena anggaran di kami terbatas, masyarakat harus memahami ini, tidak mungkin kami bisa menjangkau semuanya," kata dia.

Hampir Punah

Ishadi tidak memungkiri bahwa ada beberapa kesenian tradisional lokal di Sleman yang kondisinya hampir punah. Penyebabnya, karena pemain seni ini sudah sepuh dan sulit mencari regenerasi. Beberapa kesenian yang hampir punah antara lain Srandul, Sruntul, Wayang Topeng Pedhalangan, Jabar Juwes dsn Jathilan Lancur. 

Kesenian tersebut sudah mendapatkan ketetapan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb). Namun pekerjaan besarnya bukan hanya itu, tetapi bagaimana agat kesenian adiluhung ini tetap lestari. Upaya pelestarian terus dilakukan. 

"Harapannya jangan sampai seni tradisi yang ada di Sleman hampir punah, kemudian nanti tidak ada penerusnya, hilang. Ini kita revitalisasi lagi," kata Ishadi. 

Revitalisasi seni berarti upaya mengembangkan yang sudah ada. Agar jangan sampai punah. Bentuk konkritnya berupa identifikasi permasalahan, pembinaan dan sarasehan untuk mencari solusinya. Sejauh ini, konsen pelestarian adalah regenerasi dengan pelibatan anak-anak muda dalam kegiatan seni dan budaya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved