Sido Muncul Lestarikan Tradisi Baik Minum Jamu Lewat Angkringan
Acara 'Angkringan Jamu' yang bertujuan mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menikmati tradisi minum jamu dengan cara yang lebih praktis
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Produsen jamu terkemuka, Sido Muncul membuat kegiatan menarik di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta supaya tradisi minum jamu, yang merupakan warisan budaya leluhur untuk menjaga kebugaran tubuh, tetap lestari.
Acara dikemas lewat 'Angkringan Jamu' yang bertujuan mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menikmati tradisi minum jamu dengan cara yang lebih praktis dan mudah.
Kegiatan yang digelar di The Westlake Resto tersebut, dihadiri oleh ratusan pelaku angkringan di Kota Gudeg.
Mereka diberikan pemahaman dan motivasi bagaimana cara mengembangkan usaha agar lebih maju.
Di samping itu, peserta juga diberi pelatihan cara menyeduh jamu dengan harapan angkringan sebagai usaha kuliner yang telah mengakar di Yogyakarta, tidak kalah bersaing dengan kafe yang menyediakan menu minuman herbal kekinian.
Pelatihan Angkringan Jamu Yogyakarta dibuka oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat.
Dalam paparannya, pengusaha yang lahir di Yogyakarta itu, banyak bercerita bagaimana pengalaman dirinya, awal membangun perusahaan jamu dari yang semula beromzet kecil hingga produknya kini dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia.
Menurut dia, penjualan produk Sido Muncul mulai meningkat ketika kepercayaan dari masyarakat tumbuh.
Tumbuhnya kepercayaan ini karena ada perbaikan kualitas dan produknya telah lulus uji khasiat maupun uji klinis.
"Uji klinis itu kalau diminum tidak merusak organ tubuh dan juga lulus uji khasiat. Ketika penjualan tambah semakin maju, saya mulai beriklan bahwa produk sudah diuji klinis. Akhirnya saya punya tagline 'orang pintar minum tolak angin'," kata Irwan, Kamis (31/7/2025).
Di awal kemunculan, tagline iklan 'Orang Pintar Minum Tolak Angin' memang cukup fenomenal dan dapat diterima baik oleh masyarakat.
Iklan ini sukses mengubah citra jamu yang dianggap kuno menjadi produk yang modern dan membanggakan.
Menurut Irwan, iklan tersebut sengaja dibuat untuk menanamkan akal budi dan memenangkan hati masyarakat.
Ia memberikan gambaran, mengapa tidak menggunakan kalimat 'Orang Bahagia Minum Tolak Angin, karena bahagia adalah perasaan yang cenderung mengalami fluktuasi. Terkadang bahagia, tetapi juga bisa sedih.
Hal ini berbeda dengan 'Orang Pintar'. Kalimat itu dipilih karena semua orang merasa dirinya pintar pada panggilan hidup yang digeluti masing-masing.
| Malioboro Jadi Meja Makan Terpanjang: 16.000 Porsi Nasi Kucing Gratis untuk Ultah ke-80 Sultan |
|
|---|
| 16 Ribu Porsi Angkringan Gratis dan Panggung Seni Meriahkan Pesta Rakyat 80 Tahun Sri Sultan HB X |
|
|---|
| Tak Ada Menu Prasmanan, Silaturahmi Idulfitri di Kepatihan Yogya Jadi Berkah Bagi Pedagang Kecil |
|
|---|
| 70 Gerobak Angkringan Bakal Dihadirkan saat Silaturahmi Idulfitri DIY, Sasar Ekonomi Kerakyatan |
|
|---|
| Ini Dia 4 Warung Jamu Legendaris di Jogja, Lengkap dengan Harga dan Keunggulannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sido-Muncul-Lestarikan-Tradisi-Baik-Minum-Jamu-Lewat-Angkringan.jpg)