Cara Mengatur Keuangan, Biar Dompet Tetap Aman
Di Smart Fin Day 2025 yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, tiga pembicara berbagi strategi praktis untuk mengatur keuangan sejak dini
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anak muda masa kini menghadapi tantangan finansial yang semakin kompleks.
Selain harus memikirkan pendidikan dan karier, godaan belanja online, tren media sosial, hingga promo e-commerce kerap membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.
Di Smart Fin Day 2025 yang digelar di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), tiga pembicara berbagi strategi praktis untuk mengatur keuangan sejak dini.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Top Agent Awards (TAA) ke-38 yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dihadiri sekitar 1.500 mahasiswa dari UGM dan universitas lain di Yogyakarta.
Menghadapi Budaya FOMO
Budaya Fearof Missing Out (FOMO) sering memicu perilaku konsumtif, mendorong orang mengeluarkan uang tanpa rencana demi mengikuti tren.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengingatkan bahwa disiplin finansial berawal dari menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan menyusun budgeting yang konsisten.
Ia memperkenalkan metode pengelolaan uang 40-30-20-10: 40 persen untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan biaya hidup; 30 persen untuk pembayaran utang; 20 persen untuk dana darurat, asuransi, tabungan, atau investasi; serta 10 persen untuk biaya sosial atau donasi.
Karin menekankan bahwa asuransi memegang peran penting dalam perencanaan keuangan, baik untuk melindungi dari risiko tak terduga, meminimalkan kerugian finansial, maupun membantu mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Belanja Bijak di Era Digital
Di era e-commerce, batas antara kebutuhan dan keinginan semakin kabur.
Atria Rai, Chief Communications Officer AXA Mandiri Financial Services, mengajak mahasiswa untuk selalu menilai setiap pembelian secara kritis, memastikan uang yang dikeluarkan sejalan dengan tujuan dan prioritas hidup.
Menurutnya, membangun fondasi keuangan adalah langkah awal sebelum berinvestasi.
Fondasi ini mencakup proteksi yang memadai untuk mengelola risiko seperti sakit, kecelakaan, disabilitas, meninggal dunia, dan pensiun; memiliki tabungan darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran; serta mengelola utang secara sehat.
Atria juga mengingatkan pentingnya hidup di bawah kemampuan, memahami hubungan imbal hasil dan risiko, serta menempatkan proteksi sebagai dasar dalam piramida perencanaan keuangan.
Mengatur Uang ala Raditya Dika
| Japfa Hibah 1.500 Ayam Petelur ke UGM, Dorong Riset Kesejahteraan Hewan |
|
|---|
| Pengamat Ekonomi Energi UGM: Kebijakan Kenaikan BBM Nonsubsidi Tepat, Tak Picu Inflasi |
|
|---|
| Gamelan di FIB UGM Digondol Maling, Kerugian Sekitar Rp 12,5 Juta |
|
|---|
| 7 Buah Gamelan Milik FIB UGM Raib, Aksi Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cara-Mengatur-Keuangan-Biar-Dompet-Tetap-Aman.jpg)