Cara Mengatur Keuangan, Biar Dompet Tetap Aman
Di Smart Fin Day 2025 yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, tiga pembicara berbagi strategi praktis untuk mengatur keuangan sejak dini
Raditya Dika, penulis, komedian, contentcreator, dan investor, memberikan perspektif unik tentang pengelolaan keuangan.
Ia menyoroti bahaya self-serving bias—kebiasaan menyalahkan keadaan atau orang lain saat keuangan bermasalah.
Menurutnya, kejujuran pada diri sendiri adalah langkah awal untuk memperbaiki kondisi finansial.
Raditya juga membahas konsep opportunitycost, yaitu potensi keuntungan yang hilang ketika memilih satu opsi dibandingkan opsi lain.
Uang yang dihabiskan untuk barang tren sesaat, misalnya, mungkin lebih bermanfaat jika digunakan untuk kursus keterampilan yang bisa membuka peluang karier.
Tips praktis lain darinya meliputi:
* Tunda pembelian setidaknya 24 jam untuk menilai urgensi,
* Nilai barang berdasarkan usaha yang diperlukan untuk mendapatkannya,
* Pastikan dana darurat dan proteksi tersedia sebelum mulai berinvestasi,
* Investasi terbaik sering kali adalah pada keterampilan, bukan hanya di uang.
Tentang Smart Fin Day 2025
Smart Fin Day merupakan program literasi keuangan yang menjadi bagian dari rangkaian TAA ke-38.
Diselenggarakan oleh AAJI bersama OJK dan UGM, acara ini dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM., dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Yogyakarta, Eko Yunianto.
Dalam sambutannya, Fauzi Arfan, Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, menyampaikan:“Kegiatan ini adalah komitmen bersama untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang masif, merata, dan relevan bagi generasi muda. Literasi perasuransian kita telah mencapai 45,45 persen dan inklusi 28,50 persen, namun masih ada ruang besar untuk kita tingkatkan demi Indonesia Emas 2045.”
Acara ini menjadi bukti kolaborasi OJK – UGM – AAJI dalam program GENCARKAN, sekaligus langkah nyata industri asuransi jiwa membekali generasi muda dengan keterampilan keuangan yang sehat, terencana, dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian ISR &Literasi tahun ini, selain program Smart Fin Day, AAJI juga menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman 1.855 bibit mangrove di Pantai Baros.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program AAJI Bumi yang dimulai pada 2024 lalu, yang secara total telah menanam 4.325 bibit mangrove dan membagikan 1.350 tanaman lidah mertua di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Batam, dan Bekasi, sebagai wujud kontribusi industri terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pelaksanaan SmartFin Day 2025 juga didukung penuh oleh perusahaan-perusahaan anggota AAJI.
Dalam acara ini, berbagai activitybooth dari perusahaan asuransi jiwa turut hadir, menawarkan kesempatan bergabung dalam program afiliasi, mengenal lebih dekat produk dan layanan, hingga membuka peluang berkarir di industri asuransi jiwa bagi para mahasiswa dan peserta yang hadir. (*)
| Japfa Hibah 1.500 Ayam Petelur ke UGM, Dorong Riset Kesejahteraan Hewan |
|
|---|
| Pengamat Ekonomi Energi UGM: Kebijakan Kenaikan BBM Nonsubsidi Tepat, Tak Picu Inflasi |
|
|---|
| Gamelan di FIB UGM Digondol Maling, Kerugian Sekitar Rp 12,5 Juta |
|
|---|
| 7 Buah Gamelan Milik FIB UGM Raib, Aksi Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cara-Mengatur-Keuangan-Biar-Dompet-Tetap-Aman.jpg)