Japfa Hibah 1.500 Ayam Petelur ke UGM, Dorong Riset Kesejahteraan Hewan

Fasilitas ini adalah jembatan vital untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun ke dunia industri.

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
SERAH TERIMA - Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Budi Guntoro bersama Chief Operating Officer Poultry Indonesia JAPFA, Arif Widjaja dan perwakilan kedua institusi usai seremoni serah terima hibah ayam petelur (layer) sistem free-range, di Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) Fapet UGM, Yogyakarta, Selasa (21/4/2026). Hibah 1.500 ekor ayam ini merupakan wujud nyata sinergi jangka panjang antara dunia akademik dan industri dalam membangun laboratorium hidup (living laboratory) peternakan yang mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), otomasi, dan riset unggulan untuk penyiapan SDM terampil. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pendidikan tinggi dan sektor industri peternakan tanah air kembali merajut kolaborasi strategis.

Melalui Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), sinergi ini diwujudkan lewat fasilitas hibah 1.500 ekor ayam petelur (layer) dengan sistem free-range (umbaran) di Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fasilitas ini tidak sekadar dibangun untuk mengejar produksi telur semata.

Lebih jauh dari itu, area seluas 5.000 meter persegi di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) ini disulap menjadi sebuah laboratorium hidup (living laboratory) yang mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).

Inisiatif ini menjadi tonggak baru dari kemitraan panjang antara UGM dan Japfa yang sejarahnya telah ditarik mundur sejak tahun 2003.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini adalah jembatan vital untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun ke dunia industri.

"Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud dari perhatian dan kerja sama antara industri dan perguruan tinggi. Pada saat ini, lulusan sarjana peternakan dari perguruan tinggi harus bisa langsung terserap dan digunakan oleh industri, atau mampu mengaplikasikan ilmunya. Oleh karena itu, kedekatan antara industri dan perguruan tinggi memang harus kolaboratif dalam rangka menciptakan SDM Indonesia yang terampil dan andal," papar Prof. Budi Guntoro.

Kerjasama

Rekam jejak kerja sama antara UGM dan Japfa tercatat terus bertumbuh.

Mulai dari pembangunan Teaching Farm Closed House pada 2017, hibah Rumah Potong Ayam (RPA) berkapasitas 20.000 ekor per hari, hingga pengembangan fasilitas riset pakan ternak dan genetika pada 2019.

"Fakultas Peternakan juga telah membangun kandang closed house untuk skala riset dosen dan mahasiswa dalam skala laboratorium. Saat ini, kami juga sangat berterima kasih karena telah diberikan hibah ayam sejumlah 1.500 ekor. Oleh karena itu, sebenarnya kita sudah bisa memberikan 'karpet merah' untuk industri, terutama di Fakultas Peternakan yang memang sudah lama sekali menjalin kerja sama dengan sangat baik. Kami pun banyak mengirimkan mahasiswa untuk PKL, praktikum, dan kunjungan industri ke berbagai perusahaan PT Japfa Comfeed yang tersebar di seluruh Indonesia."

Pembangunan fasilitas di area PUAPT ini sejatinya tidak lepas dari tantangan. Prof. Budi menjelaskan bahwa awalnya pemerintah memberikan hibah alat untuk riset penurunan stunting melalui PUAPT.

Karena syarat pencairan alat adalah tersedianya bangunan, Fakultas Peternakan secara mandiri membangun tiga kandang menggunakan dana internal (RKAT) senilai Rp7 Miliar.

Meski kemudian terjadi efisiensi anggaran pemerintah pada tahun 2024 yang memotong dana alat tersebut, UGM tetap melangkah maju mengoptimalkan fasilitas yang ada.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Energi UGM: Kebijakan Kenaikan BBM Nonsubsidi Tepat, Tak Picu Inflasi

Ke depannya, Fakultas Peternakan UGM dirancang untuk menjadi etalase pembelajaran peternakan yang komprehensif dengan menghadirkan tiga model kandang ayam petelur sekaligus.

"Harapannya, Fakultas Peternakan akan memiliki tiga model kandang layer (ayam petelur). Pertama, model cages yang saat ini masih banyak digunakan oleh peternak rakyat. Kedua, kandang H3 yang posisinya berada di tengah-tengah antara free-range dan cages. Ketiga, kandang free-range yang saat ini mendapat bantuan dari Japfa. Dengan demikian, mahasiswa bisa belajar langsung dari ketiga model ini," urai Prof. Budi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved