Sido Muncul Lestarikan Tradisi Baik Minum Jamu Lewat Angkringan
Acara 'Angkringan Jamu' yang bertujuan mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menikmati tradisi minum jamu dengan cara yang lebih praktis
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Lewat iklan itu, Sido Muncul berhasil menenangkan hati masyarakat yang berimbas pada peningkatan penjualan.
Ditambah tahun 2006 Sido Muncul melakukan strategi pemasaran dengan menampilkan bintang iklan, Anna Maria, dan melalui Kuku Bima Energi menampilkan sosok Mbah Maridjan.
Dua iklan tersebut sukses mendongkrak penjualan.
Menurut Irwan, meskipun lewat iklan tersebut, produk Sido Muncul semakin dikenal luas masyarakat dan menghasilkan banyak keuntungan, namun ia menyadari bahwa ada yang lebih penting dari uang yaitu bagaimana perusahaan dicintai oleh konsumen.
"Maka sejak 2006 iklan saya berusaha bagaimana perusahaan dicintai masyarakat. Makanya, saya mulai pilih bintang iklannya, mereka yang dicintai masyarakat. Itu berhasil sekali," kata pria kelahiran 23 April 1947 itu.
Angkringan
Irwan mengatakan, Sido Muncul mulai membangun persepsi bahwa minum jamu bagus bagi kesehatan tubuh.
Langkah itu mulai dilakukan lewat hotel bintang lima yang mulai panjat sosial dengan memasarkan produk herbal dari Sido Muncul. Menurutnya langkah serupa juga bisa diterapkan di Angkringan.
"Jangan menganggap angkringan itu usaha kecil, tapi buatlah angkringan yang mencirikan besar. Yang terpenting (angkringan) punya karakter, tempatnya bersih, makanan enak, harganya masuk akal dan lokasi bagus. Setelah itu, buat pansos (panjat sosial). Ide apa saja bisa, media sosial digunakan. Gunakan siapa tokoh yang terkenal, untuk menaikkan image usaha anda," kata Irwan.
Melalui langkah itu, maka angkringan yang semula usaha UMKM bakal tumbuh menjadi besar.
Ia berpendapat bahwa usaha angkringan justru memiliki potensi luar biasa karena jumlahnya banyak dan mengakar kuat di masyarakat.
Karena itu, melalui kegiatan ' Pelatihan Angkringan Jamu' Irwan ingin melestarikan tradisi baik minum jamu agar lebih mudah dan praktis.
"Kalau dulu orang cuma jual jamu saja. Kalau jual jamu doang, ndak mungkin bisa. Tapi angkringan mereka jualan beragam. Ada gorengan, ada siapa tahu jual jamu, roti dan sebagiannya. Jadi kami menggerakkan kekuatan ini supaya mereka menyadari bahwa mereka ini punya kekuatan. Punya potensi luar biasa," kata Irwan.
"Saya berharap (pelatihan) ini ada 120 (pelaku angkringan). Di luar sana ada ribuan. Saya berharap (ke depan) bisa jadi 10 ribu, 20 ribu. Pokoknya kami menjadi pencetus untuk menyadarkan bahwa potensi angkringan ini luar biasa. Dan kami tidak ada monopoli harus jual produk Sido Muncul. Karena mereka juga tidak bisa dimonopoli," sambungnya.
Brand Ambassador Sido Muncul Herbal dr. Riyanti Maharani, M.Si berharap melalui kegiatan pelatihan Angkringan Jamu ini, para pelaku UMKM tersebut dapat mengetahui aturan pakai maupun tata cara menyeduh produk ke dalam gelas dan menyampaikan edukasi khasiatnya kepada konsumen.
| Malioboro Jadi Meja Makan Terpanjang: 16.000 Porsi Nasi Kucing Gratis untuk Ultah ke-80 Sultan |
|
|---|
| 16 Ribu Porsi Angkringan Gratis dan Panggung Seni Meriahkan Pesta Rakyat 80 Tahun Sri Sultan HB X |
|
|---|
| Tak Ada Menu Prasmanan, Silaturahmi Idulfitri di Kepatihan Yogya Jadi Berkah Bagi Pedagang Kecil |
|
|---|
| 70 Gerobak Angkringan Bakal Dihadirkan saat Silaturahmi Idulfitri DIY, Sasar Ekonomi Kerakyatan |
|
|---|
| Ini Dia 4 Warung Jamu Legendaris di Jogja, Lengkap dengan Harga dan Keunggulannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sido-Muncul-Lestarikan-Tradisi-Baik-Minum-Jamu-Lewat-Angkringan.jpg)