70 Gerobak Angkringan Bakal Dihadirkan saat Silaturahmi Idulfitri DIY, Sasar Ekonomi Kerakyatan
Kehadiran puluhan gerobak UMKM tersebut merupakan wujud nyata penerapan konsep ekonomi kerakyatan oleh Pemda DIY
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY menghadirkan konsep berbeda pada acara Silaturahmi Idulfitri dan Puncak Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY.
- Sekitar 70 gerobak angkringan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kuliner akan dihadirkan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Senin (30/3/2026).
- Kebijakan ini dirancang agar momentum silaturahmi pimpinan daerah tidak sekadar menjadi acara rutinan, melainkan membawa manfaat ekonomi langsung bagi warga lapis bawah.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY menghadirkan konsep berbeda pada acara Silaturahmi Idulfitri dan Puncak Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY.
Alih-alih menyajikan hidangan secara prasmanan seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemda DIY akan memfasilitasi sekitar 70 gerobak angkringan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Senin (30/3/2026).
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi, mengemukakan kehadiran puluhan gerobak UMKM tersebut merupakan wujud nyata penerapan konsep ekonomi kerakyatan oleh pemerintah daerah.
Kebijakan ini dirancang agar momentum silaturahmi pimpinan daerah tidak sekadar menjadi acara rutinan, melainkan membawa manfaat ekonomi langsung bagi warga lapis bawah.
“Kami ingin momentum silaturahmi ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lapis bawah. Pelibatan pelaku usaha kecil ini mencerminkan semangat guyub rukun sekaligus menghidupkan UMKM kuliner kita,” ungkap Siwi saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/3/2026).
Siwi memaparkan, agenda silaturahmi tahun ini diintegrasikan langsung dengan Puncak Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY yang sebelumnya jatuh pada 13 Maret di tengah suasana bulan Ramadhan.
Penggabungan dua momentum besar ini dilakukan agar penyelenggaraan kegiatan lebih efektif dan efisien, sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait pembatasan kegiatan.
Hidangan Khas Kuliner Lokal
Terkait jenis kuliner yang akan dihadirkan, Pemda DIY telah menyiapkan berbagai hidangan khas.
Menu yang tersedia meliputi sajian angkringan seperti nasi kucing dan gorengan, soto, aneka jenis jenang, hingga produk UMKM kuliner lokal lainnya.
Seluruh sajian tersebut akan dipusatkan di luar area Bangsal Kepatihan guna memecah kepadatan massa.
Lebih lanjut, Siwi menegaskan bahwa pelibatan puluhan pelaku usaha mikro merupakan bentuk keberpihakan Pemda DIY.
“Kami ingin memastikan perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat. Ini sekaligus menonjolkan kearifan lokal Yogyakarta yang guyub rukun serta memberikan kenyamanan bagi warga yang hadir sesuai kapasitas yang tersedia,” tambah Siwi.
Baca juga: Ditlantas Polda DIY Perkirakan 14 Ribu Kendaraan Masuk Tol Purwomartani pada Arus Balik Lebaran
Manajemen Alur dan Aturan
Melengkapi penjelasan terkait teknis acara, Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ditya Nanaryo Aji, menyebut agenda ini secara resmi bertajuk Silaturahmi Idulfitri, bukan sekadar open house.
Acara ini menjadi sangat krusial mengingat kegiatan serupa sempat ditiadakan pada tahun 2025.
| Mitigasi 70 Persen Jemaah Haji Risiko Tinggi, DIY Terapkan Skema Murur dan Wajibkan Tiga Vaksinasi |
|
|---|
| Pemkot Yogya Orkestrasi Beragam Event, Perkuat Branding Kota Festival |
|
|---|
| Soal Perpanjangan STNK Tanpa KTP, Warga Jogja Khawatir Terjadi Penyalahgunaan Kendaraan 'STNK Only' |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
| Pakar UMY Sebut Ada Sisi Positif dan Negatif dari Lowker KDMP dan KNMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Srie-Nurkyatsiwi-682025.jpg)