Ini Dia 4 Warung Jamu Legendaris di Jogja, Lengkap dengan Harga dan Keunggulannya

Yogyakarta menyimpan tradisi minum jamu turun-temurun. Dari warung legendaris hingga racikan segar di pasar, jamu tetap hidup dan diminati.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
ist
Ilustrasi jamu yang baik untuk kesehatan tubuh 

Ringkasan Berita:
  • Jamu sebagai tradisi turun-temurun dimana budaya minum jamu di Yogyakarta telah berlangsung sejak masa kerajaan dan masih dijaga hingga kini.
  • Warung jamu legendaris tetap bertahan, berbagai warung jamu tua hadir dengan resep turun-temurun dan peracikan tradisional.

TRIBUNJOGJA.COM-Yogyakarta tidak hanya dikenal lewat destinasi wisatanya, tetapi juga melalui warisan budaya yang masih dijalankan secara turun-temurun. 

Salah satu tradisi yang tetap lestari hingga kini adalah kebiasaan minum jamu. 

Jamu merupakan minuman herbal yang diracik dari sari berbagai rempah pilihan asli Indonesia dan dikenal memiliki beragam khasiat bagi kesehatan tubuh.

Budaya minum jamu telah ada sejak masa kerajaan. 

Pada masa itu, jamu menjadi bagian dari rutinitas para raja dan masyarakat untuk menjaga kebugaran serta stamina dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. 

Pengetahuan mengenai peracikan jamu pun diwariskan dari generasi ke generasi.

Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut tidak luntur. Hingga kini, kebiasaan minum jamu masih hidup di tengah masyarakat Yogyakarta.

1. Warung Jamu Cekok Jampi Asli

Suasana Jampi Jawi Asli Jamu Cekik yang usianya mencapai 145 tahun di Jalan Brigjen Katamso Nomor 132 Kota Yogyakarta, Jumat (24/07/2020)
Suasana Jampi Jawi Asli Jamu Cekik yang usianya mencapai 145 tahun di Jalan Brigjen Katamso Nomor 132 Kota Yogyakarta, Jumat (24/07/2020) (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Pertama, Jamu Cekok Jampi Asli merupakan salah satu warung jamu paling legendaris di Yogyakarta. 

Berdiri sejak 1875, warung jamu ini masih bertahan hingga kini dan dikelola oleh generasi keempat, menjaga resep serta cara peracikan yang diwariskan secara turun-temurun.

Nama “jamu cekok” berasal dari metode penyajiannya yang khas, yakni cara cekok, yaitu meminumkan jamu secara langsung dengan sedikit paksaan, khususnya kepada anak-anak. 

Cara ini dahulu dipercaya efektif agar jamu benar-benar diminum demi menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Warung Jamu Cekok Jampi Asli berlokasi di sebuah ruko di gang kecil di Kota Yogyakarta. 

Meski berada di area yang tidak terlalu mencolok, keberadaannya mudah ditemukan karena sudah dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu ikon jamu tradisional di kota ini.

  • Alamat: Jl. Brigjen Katamso No.132, Keparakan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Jam buka: 06.30-19.00 WIB.
  • Kisaran harga: 8 ribuan.
  • Keunggulan: Lokasi mudah dijangkau, tersedia berbagai ramuan jamu, baik untuk anak anak dan orang dewasa, yaitu watukan, gatal-gatal, anak susah makan, masuk angin, sawan, dan lain lain.

2. Jamu Ginggang

Proses pembuatan berbagai macam jamu di dapur Jamu Ginggang, tepat di Jalan Masjid Nomor 32 Kauman, Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta, Senin (26/9/2022).
Proses pembuatan berbagai macam jamu di dapur Jamu Ginggang, tepat di Jalan Masjid Nomor 32 Kauman, Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta, Senin (26/9/2022). (TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana)

Kedua, Jamu Ginggang merupakan warung jamu tradisional yang telah berdiri sejak 1950 dan masih beroperasi hingga kini. 

Keberadaannya semakin dikenal setelah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai bagian dari 'Jamu Wellness Culture', yang menegaskan nilai jamu sebagai warisan budaya sekaligus praktik kesehatan tradisional.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved