16 Tarian Adat Indonesia yang Mendunia

Tarian adat bukan hanya sekadar bentuk hiburan, melainkan media komunikasi spiritual dan sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Pinterest
Mengenal, menghargai, dan melestarikan tarian tradisional sebagai identitas bangsa . 

Tari kolosal khas Minahasa ini dimainkan secara massal untuk merayakan panen dan kebersamaan. 

Menggunakan lagu-lagu daerah dan gerakan serempak, tari ini juga menjadi media pendidikan moral dalam masyarakat.

11. Tari Bosara (Sulawesi Selatan)

Tari penyambutan tamu yang berasal dari suku Bugis-Makassar.

Penari membawa wadah berisi kue tradisional di atas kepala. Gerakan lembut dan penuh keramahan mencerminkan sikap hormat masyarakat Sulawesi Selatan.

 Bali dan Nusa Tenggara:

12. Tari Kecak (Bali)

Tari dramatari ini tidak menggunakan alat musik, melainkan suara “cak cak cak” dari puluhan penari pria yang duduk melingkar.

Mengambil cerita Ramayana, tarian ini sangat populer dan menjadi tontonan wajib di Bali.

13. Tari Pendet (Bali)

Awalnya merupakan tarian pemujaan di pura, kini menjadi tarian selamat datang bagi tamu.

Gerakannya lembut, penari membawa bunga yang ditebarkan sebagai simbol penyambutan.

14. Tari Caci (Nusa Tenggara Timur)

Tarian perang tradisional suku Manggarai yang menggunakan cambuk dan perisai.

Dilakukan oleh dua pria yang saling bertarung secara bergantian. Melambangkan keberanian, sportivitas, dan maskulinitas.

Papua dan Maluku:

15. Tari Yospan (Papua)

Gabungan dari tari tradisional Yosim dan Pancar, Yospan ditarikan oleh pria dan wanita dalam suasana riang.

Musik pengiring biasanya gitar dan ukulele. Tarian ini populer dalam perayaan atau pesta rakyat.

16. Tari Lenso (Maluku)

Tarian berpasangan yang menggunakan sapu tangan (lenso) sebagai properti utama.

Simbol dari kasih sayang, kerja sama, dan keharmonisan. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara adat dan pesta pernikahan.

Tarian adat Indonesia adalah bukti nyata kekayaan budaya dan kreativitas bangsa. Setiap gerakan bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang mendalam.

Penting bagi generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan tarian tradisional sebagai identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Menjaga tarian adat berarti menjaga akar kebudayaan Indonesia.

Dengan keberagaman ini, Indonesia bukan hanya kaya secara geografis, tetapi juga secara budaya dan dunia pun mengakuinya.

(MG/Anggitya Trilaksono)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved