KPBB UAJY Perkenalkan Budaya Indonesia Kepada Mahasiswa BIPA Melalui Drama

KPBB Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar pementasan drama Program Bahasa Indonesia bagiPenutur Asing

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
PENTAS : Mahasiswa asing UAJY menggelar pementasan drama Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Ruang Beijing, Gedung Alfonsus Kampus I, pada Kamis (18/12/2025). Tahun ini, Drama BIPA mengangkat tema “Rara Tarub” yang ditampilkan dengan menarik oleh 15 mahasiswa BIPA 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar pementasan drama Program Bahasa Indonesia bagiPenutur Asing (BIPA) di Ruang Beijing, Gedung Alfonsus Kampus I, pada Kamis (18/12/2025).

Tahun ini, Drama BIPA mengangkat tema “Rara Tarub” yang ditampilkan dengan menarik oleh 15 mahasiswa BIPA.

Pementasan ini didukung oleh dosen serta mahasiswa yang terlibat dalam berbagai persiapan, mulai dari tata rias hingga penataan panggung.

Drama BIPA ini mengajak mahasiswa dari berbagai negara untuk tampil membawakan drama menggunakan Bahasa Indonesia.

Kepala KPBB UAJY, R.A. Vita Noor Prima Astuti, S.Pd., M.Hum., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk penilaian akhir bagi mahasiswa BIPA

“Drama BIPA ini merupakan kegiatan rutin dalam program BIPA sebagai ujian akhir untuk semester pertama. Penilaian akhir memang diwujudkan melalui pementasan drama,” jelas Vita.

Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., menyambut baik pelaksanaan Drama BIPA yang diselenggarakan oleh KPBB serta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara UAJY memperkenalkan budaya Indonesia.

Baca juga: UAJY Ajak Mahasiswa Asing Ikuti Pre-Holiday Party Jelang Libur Semester

“Para peserta yang hadir berasal dari berbagai negara yang telah lama menjalin hubungan dengan Indonesia. Hari ini KPBB mengangkat legenda Jaka Tarub yang diadaptasi menjadi ‘Rara Tarub’ dan saya mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa BIPA atas antusiasme mereka dalam mempersiapkan pementasan ini. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa budaya Indonesia sangat beragam dan masih banyak yang dapat dipelajari,” jelasnya.

Felix Brian Hari Ekaristianto, S.S., M.Li., dosen Fakultas Hukum sekaligus penulis naskah ‘Rara Tarub”, menjelaskan alasan pemilihan konsep cerita yang mengadaptasi legenda Jaka Tarub.

“Alasan pemilihan naskah itu karena pada dasarnya mahasiswa BIPA itu lebih banyak laki-laki kemudian kami menyusun agar naskah itu bisa memenuhi peran masing-masing karakter. Selain itu, karakter Rara Tarub lebih mengangkat sosok perempuannya yang memang sesuai juga dengan konsep R. A Kartini jadi memang Rara Tarub ini sebagai simbol perempuan dimana emansipasi perempuan lebih diunggulkan,” kata Felix. 

Tidak hanya pemain Drama BIPA yang antusias mengikuti kegiatan ini, salah satu peserta yang hadir pada acara ini mengungkapkan perasaannya.

 “Ini pertama kali menonton Drama BIPA, saya melihat ini sangat menarik dan saya sangat menikmati pertunjukan drama ini,” kata Lidia dari Namibia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved