Sri Sultan HB X Minta Ada Dialog Soal Pengosongan Lahan Pantai Sanglen: Jangan Telantarkan Orang
Sri Sultan HB X menekankan pentingnya kejelasan status tanah dan tanggung jawab untuk tidak menelantarkan warga yang terdampak.
Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB) ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (29/7/2025).
Sultan menegaskan bahwa inti permasalahan sebenarnya adalah kejelasan hak dan komunikasi yang terbuka.
“Masalahnya di mana kok menolak? Kan masalahnya kan hanya itu. Kalau memang nggak punya hak atas tanah itu, memang bukan haknya, ya bisa enggak dari pesangon itu dia bisa punya rumah di tempat lain? Begitu-begitu itu kan harus dibicarakan. Jangan menelantarkan orang. Itu aja,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Sri Sultan menegaskan pendekatan dialogis sebagai solusi utama, serta menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab sosial dalam proses investasi dan pembangunan di wilayah DI Yogyakarta. (*)
Baca Juga
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Kronologi Sopir Bus Pariwisata Meninggal Dunia Saat Membawa Wisatawan di Pantai Slili Gunungkidul |
|
|---|
| DIY Tuan Rumah Kongres XV HIMPSI 2026, Jadi Ajang Kolaborasi Lintas Sektor |
|
|---|
| Melawan Narkoba dengan 'Wajah' Yogyakarta: BNNP DIY Adopsi Pendekatan Budaya |
|
|---|
| Ada 9.755 ODGJ Berat di DI Yogyakarta, Sebagian Pasien Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sri-Sultan-HB-X-di-Kepatihan-2972025.jpg)