FPB-S 2025, Rayakan Dunia Jamak Lewat Pertunjukan dan Simposium

Gelagat Liar mengajak kita membayangkan ruang pertunjukan sebagai medan hidup dari sejarah dan masa depan yang tak tunggal

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
PERTUNJUKAN: Konferensi pers FPB-S 2025 di Garasi Performance Institute di Jalan Jomegatan No 164B, Ngestiharjo, Bantul, Jumat (25/7/2025). FPB-S 2025 ini merayakan dunia jamak melalui pertunjukan dan simposium. 

* Lampiran Cyclofemmes – Ishvara Devi

Membaca ulang figur Mak Lampir dari perspektif queer-camp dan pengalaman transpuan.

* 24 Jam Lembâna di Jogja – Kolektif Lembâna

Sebuah performa marathon selama 24 jam yang menjadikan Madura sebagai metode gerilya dan pembongkar ruang-waktu.

Sebagai bagian integral dari festival, akan hadir 10 sesi simposium yang terbagi dalam tiga bagian:

1. Simposium Pembuka – Pengantar kuratorial dan pemetaan festival.
2. Simposium Karya – Membincang secara mendalam setiap pertunjukan.
3. Simposium Penutup – Ruang refleksi dan pemulungan wacana atas gelagat liar yang muncul sepanjang festival.

Simposium ini menjadi upaya merawat ekosistem wacana kritis seni pertunjukan di Indonesia melalui kritik reparatif dan forum kolektif.

Festival ini juga menandai peluncuran buku terbaru GPI, Mukadimah Gelagat Liar: Surat Kepercayaan Pertunjukan dari Selatan, yang memuat 14 tulisan dari seniman dan inisiator proyek seni sejak 2017.

Buku ini menjadi kontribusi dokumentasi dan refleksi atas jaringan kerja serta lanskap pertunjukan kontemporer Indonesia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved