FPB-S 2025, Rayakan Dunia Jamak Lewat Pertunjukan dan Simposium
Gelagat Liar mengajak kita membayangkan ruang pertunjukan sebagai medan hidup dari sejarah dan masa depan yang tak tunggal
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
* Lampiran Cyclofemmes – Ishvara Devi
Membaca ulang figur Mak Lampir dari perspektif queer-camp dan pengalaman transpuan.
* 24 Jam Lembâna di Jogja – Kolektif Lembâna
Sebuah performa marathon selama 24 jam yang menjadikan Madura sebagai metode gerilya dan pembongkar ruang-waktu.
Sebagai bagian integral dari festival, akan hadir 10 sesi simposium yang terbagi dalam tiga bagian:
1. Simposium Pembuka – Pengantar kuratorial dan pemetaan festival.
2. Simposium Karya – Membincang secara mendalam setiap pertunjukan.
3. Simposium Penutup – Ruang refleksi dan pemulungan wacana atas gelagat liar yang muncul sepanjang festival.
Simposium ini menjadi upaya merawat ekosistem wacana kritis seni pertunjukan di Indonesia melalui kritik reparatif dan forum kolektif.
Festival ini juga menandai peluncuran buku terbaru GPI, Mukadimah Gelagat Liar: Surat Kepercayaan Pertunjukan dari Selatan, yang memuat 14 tulisan dari seniman dan inisiator proyek seni sejak 2017.
Buku ini menjadi kontribusi dokumentasi dan refleksi atas jaringan kerja serta lanskap pertunjukan kontemporer Indonesia.
| Bangunan Little Aresha Daycare Cuma Ngontrak, Warga Minta Stop Aksi Vandalisme dan Perusakan |
|
|---|
| Polisi Sebut Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Bertambah |
|
|---|
| Kunjungi Pura Pakualaman, Delegasi WCI Belajar Pemberdayaan Perempuan Lewat Batik Gusti Putri |
|
|---|
| Media Ekspresi Nonverbal Hingga Validasi Emosi Untuk Pemulihan Kekerasan Anak |
|
|---|
| Ribuan Buruh Lintas Sektor di Jogja Turun ke Jalan, Bawa Deretan Aspirasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/FPB-S-2025-Rayakan-Dunia-Jamak-Lewat-Pertunjukan-dan-Simposium.jpg)